Materi IV-j:  Pengolahan Karet

 

 

1. Pendahuluan

 

Pertumbuhan konsumsi karet alam dunia pada tahun 2000 menunjukkan trend yang melambat, demikian pula untuk tahun 2001 dan 2002. Pergerakan konsumsi karet alam di negara-negara konsumen utama bervariasi. Pada tahun 2000 di Amerika Serikat dan Inggris mengalami pertumbuhan negatif, masing-masing sebesar 1,3% dan 0,8% per bulan. Sementara itu, konsumsi di Jerman dan Jepang pada tahun yang sama meningkat sebesar 2,9% dan 5,5% per bulan. Sedangkan pertumbuhan konsumsi di Perancis mengalami penurunan sebesar 2,9% per bulan. Gambaran tentang pertumbuhan karet alam dalam dua tahun terakhir dapat diikuti pada Tabel 1.

 

Tabel 1.  Pertumbuhan Konsumsi Karet Alam Dunia

 

No.

Negara

1999

2000

Karet alam

Karet sintesis

Karet alam

Karet sintesis

1.

USA

0,8

0,8

-1,3

-0,9

2.

Perancis

0,2

3,9

2,9

0,6

3.

Jerman

2.4

3,4

5,5

2,3

4.

Inggris

0,8

-3,6

-0,8

0

5.

Jepang

1,6

2,0

1,2

2,9

6.

Lain-lain

0,7

1,1

0

-0,1

7.

Dunia

0,8

1,0

0,2

0,2

Sumber : IRSG ( Maret, 2001).

 

Pertumbuhan konsumsi dunia tahun 2000 sebesar 0,2% per bulan,  Pertumbuhan produksi akan menurun dari 2,35% pada periode 1990–2000 dan diperkirakan menjadi 0,9% pada periode 2000-2020. Sedangkan pertumbuhan konsumsi/permintaan karet akan meningkat dari 2,0% pada periode 1990-2000 dan diprediksi akan menjadi 2,5% pada periode 2000-2020.  

 

Pertumbuhan impor karet alam tahun 2000 menunjukkan trend yang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan impor karet alam turun dari 1,05% pada periode Januari-Desember 1999 menjadi hanya 0,06% per bulan pada periode yang sama pada tahun 2000. Seperti halnya pada konsumsi, impor karet alam di Amerika Serikat dan Inggris juga menunjukkan pertumbuhan yang negatif yaitu masing-masing sebesar 2,9% dan 0,4% per bulan. Impor karet alam di negara Jerman dan Perancis mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2000, masing-masing mencapai sebesar 3,2% dan 1,5% per bulan. Gambaran pertumbuhan impor karet alam dunia dapat diikuti pada Tabel 2 berikut.

 

Tabel 2.  Pertumbuhan Impor Karet Alam Dunia

 

No.

Negara

1999

2000

Karet alam

Karet sintesis

Karet alam

Karet sintesis

1.

USA

-0,9

0,6

-2,9

0,7

2.

Perancis

0,2

4,1

1,5

0,5

3.

Jerman

0.4

3,0

3,2

-0,8

4.

Inggris

0,5

-2,2

-0,4

-1,5

5.

Jepang

2,6

2,3

0,1

3,3

6.

Lain-lain

1,6

1,5

1,0

1,2

7.

Dunia

1,0

1,0

0,1

0,9

Sumber : IRSG ( Maret, 2001).  

 

Dalam situasi harga karet alam dunia di berbagai pasar sepanjang tahun 2000 dan awal 2001  mengalami tekanan yaitu masih berada dibawah US$ 1 per kg, ternyata pada periode Juli - Nopember 2000 produksi karet alam dari negara Thailand tetap meningkat sebesar 0,6%, akibatnya total produksi karet alam dunia pada periode yang sama tetap meningkat, meskipun produksi karet alam Indonesia dan Malaysia menunjukkan  kecenderungan  menurun, masing-masing sebesar –4,5% dan –4,0%.

 

Dalam kondisi harga karet alam yang masih rendah, ekspor karet alam dari negara Thailand dan Malaysia menunjukkan peningkatan sebesar 39,6% dan 3,3%, sementara itu pada periode yang sama ekspor dari Indonesia cenderung menurun sebesar 4,9%, sehingga ekspor karet alam dunia meningkat 3,25%.

 

Stok karet alam dunia menunjukkan kecenderungan yang sedikit berbeda, stok karet alam di negara produsen turun sejak tahun 1999 dan diikuti dengan naiknya stok karet alam di negara konsumen.

 

Prospek perkaretan dunia diperkirakan akan tetap cerah dengan semakin kuatnya kesadaran akan lingkungan dan beberapa pabrik ban terkemuka dunia mulai memperkenalkan jenis ban “green tyres” yang kandungan karet alamnya lebih banyak (semula 30-40% menjadi 60-80%), serta jumlah perusahaan industri yang menggunakan bahan baku karet semakin meningkat. Disamping itu dengan semakin berkurangnya sumber-sumber ladang minyak bumi dan batu bara (un-renewable)  sebagai bahan baku karet sintetis, persaingan dengan produk substitusi ini semakin berkurang.

 

Produksi karet di Malaysia terus mengalami penurunan karena kebijakan pemerintahnya lebih berkonsentrasi pada industri hilir, dan juga telah mengalihkan sebagian areal pertanaman karetnya menjadi areal kelapa sawit. Sedangkan Thailand diperkirakan produksi karet alamnya akan mengalami penurunan disebabkan oleh adanya pemindahan daerah pengembangan ke wilayah bagian utara yang produktivitasnya lebih rendah serta kendala dalam memenuhi tenaga kerja (terbatasnya tenaga kerja). Namun kedepan negara yang perlu diwaspadai sebagai pesaing baru yaitu Vietnam. Untuk itu, Indonesia dengan beberapa keunggulan yang ada antara lain seperti ketersediaan lahan yang sesuai, produktivitas tanaman yang masih dapat ditingkatkan, mempunyai peluang untuk menjadi nomor satu dunia. Malaysia dan Thailand menghadapi kendala keterbatasan lahan yang sesuai dan produktivitas yang sulit ditingkatkan lagi.

 

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Free University, Belanda, diproyeksikan bahwa konsumsi karet sampai dengan tahun 2020 akan tetap meningkat baik untuk karet alam maupun sintetik. Proyeksi konsumsi karet alam dunia pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 13,472 juta ton dan proyeksi produksi sebesar 7,8 juta ton. Dengan demikan terjadi kekurangan pasokan karet alam sebesar 5,654 juta ton, yang merupakan peluang bagai pasar karet alam Indonesia.

 

Perkebunan karet merupakan industri layaknya sebuah pabrik komoditas lainnya, dan dirancang secara khusus untuk menghasilkan getah karet sebanyak-banyaknya. Dengan alasan ini maka tiga hal perlu diperhatikan dengan sehubungan dengan perkebunan karet ini, yaitu:

  • Sistem perakaran tanaman harus baik agar tahan lama
  • Batang tanaman harus sehat agar dapat menghasilkan getah yang banyak
  • Kanopi harus baik untuk memfasilitasi fotosintesis.

 

 

2. Pengolahan Karet

 

          Berikut adalah uraian secara singkat produksi karet alam di perkebunan, mulai dari pembibitan hingga pengepakan dan pengangkutan.

  1. Setelah ditumbuhkan dalam polybag, tanaman karet ditanam pada lahan pembibitan sebelum ditanam di lahan produksi.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale02.gif
  1. Bibit-bibit tanaman karet dibiarkan tumbuh untuk selama kurang lebih 6 tahun sebelum siap disadap getahnya.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale03.gif
  1. Penyadapan getah dilakukan dengan menyayat kulit batang dari tanaman karet membentuk garis dengan kemiringan tertentu sehingga getah keluar dari kulit yang tersayat dan mengalir serta menetes. Penyadapan biasanya dilakukan pagi hari supaya getah sudah dapat dikumpulkan sebelum hari menjelang siang. Selama beberapa jam kemudian getah karet (lateks) keluar dan mengalir mengikuti irisan kulit batang, jatuh ke penampung getah yang berupa mangkuk yangterbuat daritempurung kelapa atau mangkuk aluminium. Getah karet akan berhenti mengalir ketika luka bekas sayatan baru mengering seiring dengan waktu.

Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat

  1. Kemudian pekerja mengambil getah karet yang terkumpul pada mangkuk penampung menjelang siang pada hari yang sama dan menyatukannya dalam wadah yang lebih besar (semacam ember).
 
  1. Getah karet kemudian dikumpulkan dalam tangki pengangkut yang lebih besar, seraya dilakukan penyaringan dari getah karet untuk memisahkan kotoran yang terbawa bersama getah karet. Getah karet kemudian dibawa ke pabrikpengolahan.
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Pada tahap ini getah dapat diproses melalui beberapa cara yang umum. Di sini akan diuraikan proses pembuatan Ribbed Smoked Sheet (RSS) yang sangat populer sampai tahun 1960-an, dan masih terus dilakukan sampai saat ini. Pada pabrik pengolahan kecil, lateks kemudian dibekukan dengan menambahkan sedikit asam, dan dicetak pada wadah berbentuk kotak. Setelah membeku, hasil cetakan kemudian dilepas (disebut koagulum)
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Koagulum kemudian dipres menggunakan roller mill untuk membuang air yang terkandung di dalamnya, dan membentuk koagulum menjadi lembaran-lembaran karet basah yang disebut ribbed sheet.
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Ribbed sheet kemudian dipotong-potong dengan ukuran tertentu agar mudah digantung pada rak-rak pengasapan. Kemudian dimasukkan ke dalam rumah pengasapan untuk menjalani proses pengasapan selama beberapa jam.
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Ketika dikeluakan dari rumah pengasapan, warna lembaran karet telah berubah menjadi coklat keemasan dan disebut dengan nama ribbed smoked sheet.Kualitas RSS ini kemudian diperiksa secara manual dengan membentangkannya di depan sinar (matahari atau lampu) dan dilakukan pemutuan sesuai dengan standar yang berlaku.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale12.gif
  1. Kemungkinan lainnya adalah lateks yang terkumpul dimsukkan ke dalam tangki pengumpulan besar (dengan volume 45 galon) untuk langsung dijual, atau dikenakan beberapa perlakuan terlebih sebelum diproses lebih lanjut atau dijual dalam bentuk lateks cair.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale13.gif
  1. Pada pabrik pengolahan besar, lateks dibekukan pada bak besar yag diberi sekat-sekat sehingga koagulum tercetak sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale14.gif
  1. Kemudian koagulum dipres menggunakan roller mill dengan kapasitas yang lebih besar. Proses selanjutnya adalah sama, menggunakan peralatan yang sama dengan kapasitas yang lebih besar.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale16.gif
  1. Bila sewaktu pengpresan koagulum ditambahkan minyak kastor, maka sheet akan pecah dan crumb rubber akan terbentuk.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale15.gif
  1. Crumb rubber yang terbentuk kemudian dikeringkan dalam ruang pengering yang besar, kemudian ditimbang dan dikemas.
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Jika lateks dibiarkan pada mangkuk pengumpul selama satu malam, lateks akan menggumpal dengan sendirinya. Demikian juga dengan bekas lateks pada mangkuk pengumpul yang telah mengering, dapat dibersihkan dan digunakan sebagai bahan pembuat ban mobil
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale18.gif
  1. Lateks kering dan sisa-sisa lateks kering pada mangkuk pengumpul kemudian dicuci menggunakan mesin pencuci. Hasilnya merupakan crumb rubber dengan warna yang agak gelap.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale19.gif
  1. Crumbr rubber dimasukkan ke dalam wadah berbentuk kotak.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale20.gif
  1. Kemudian dikeringkan.
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale21.gif
  1. Dan ditimbang untuk memperoleh berat yang seragam
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat
  1. Lalu dipres menggunakan mesin pres bertekanan tinggi untuk menghasilkan bentuk yang kompak
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale23.gif
  1. Setelah itu dibungkus dengan plastik
http://www.bouncing-balls.com/serendipity/images/pictale24.gif
  1. Akhirnya dikemas dalam pallet berukuran 1.2 ton, siap untuk dipasarkan.   Produk karet ini disebut technically specified rubers (TSR)
Courtesy PTPN VIII, Jawa Barat



Pokok Bahasan 13:

1. Rumus sadap getah karet (S/2, d/2, 90%), S/2 artinya bidang sadap berbentuk
a. 1/2 lingkaran
b. 1 lingkaran
c. 2 lingkaran
d. semua salah.

2. Untuk menentukan KKK digunakan alat
a. aerometer
b. barometer
c. hydrometer
d. semua benar

3. Untuk menyeragamkan kadar air, memudahkan penyaringan dan mengeluarkan gelembung gas, dilakukan proses
a. pengadukan
b. pengenceran
c. pengentalan
d. penguapan

4. Proses penggilingan koagulum bertujuan untuk membuang sebagian
a. udara
b. kotoran
c. air
d. getah encer

5. Tujuan pengasapan dan pengeringan sheet adalah agar sheet
a. tahan lama dan kamba
b. tahan lama dan tidak kamba
c. tidak tahan lama, tetapi kamba
d. tidak ada yang benar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban: aabcb

Kembali ke Kelompok Materi 4  
Kembali ke Tabel Materi
Presentasi PowerPoint