Kepala Laboratorium Biokimia Pangan dan Gizi IPB Prof Dr Ir Made Astawan MS mengatakan aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa), sehingga untuk mencapai titik kemanisan yang sama diperlukan aspartam kurang dari satu persen sukrosa.
Keunggulan aspartam mempunyai energi yang sangat rendah, mempunyai cirarasa manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman, dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan/minuman pada penderita diabetes, kata Made pada acara jumpa pers tantang Peran Aspartam bagi Diabetes, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Selanjutnya Made mengungkapkan aspartam pada kondisi pH ekstrim, temperatur tinggi dan waktu simpan yang lama, akan membentuk diketopiperazine dan beta aspartam, tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan, hanya berpengaruh terhadap rasa manis.
Menurut US Food and Drug Administration (FDA), The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), American Medical Association (AMA), The American Diabetes Association (ADA), The American Council on Science and Health (ACSH) aspartam merupakan bahan makanan yang aman bagi kesehatan, kecuali bagi penderita fenilketonuria.
Fenilketonuria adalah penyakit yang timbul karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanina ymenjadi tirosin dan bisa terjadi kerusakan pada otak anak. Fenilketonuria ini tidak pernah ditemukan pada orang Indonesia, tetapi pada orang kulit putih, inipun kejadiannya satu per 15.000 orang, jelas Made yang mengambil S3 di bidang Food Chemistry and Nutrition di Tokyo Univerisity.
Bahkan, ia menambahkan, menurut The American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition, aspartam aman bagi ibu yang sedang hamil dan bayinya. The Auspices of The French Food Safety Agency (AFSSA) pada bulan Mei 2002 menegaskan kembali tentang keamanan aspartam. Hasil-hasil penelitian terbaru tentang keamanan aspartam telah dimuat dalam jurnal ilmiah yang sangat bergengsi yaitu jurnal Regulatory Toxicology and Pharmacology Vol. 35, No 2, April 2002.
Menurut Spesialis Penyakit Dalam dari RSPAD Gatot Subroto dr Aris Wibudi SpPD, aspartam baik untuk penderita diabetes karena merupakan pemanis rendah kalori. Aspartam termasuk dalam salah satu dari empat pilar pengobatan diabetes.
Ia mengatakan bagi orang yang sudah menderita diabetes ada empat pilar pengobatan yang tidak boleh ditinggalkan yaitu edukasi, aktifitas fisik, nutrisi dan obat. Untuk pencegahan terhadap diabetes yang berkaitan dengan nutrisi maka perlu pola makan yang seimbang dan proporsional, yaitu karbohidrat 60 persen, protein 15-20 persen, lemak 15-20 persen dan sayur-sayuran tiga kali lipatnya jumlah nasi.
''Usahakan agar konsumsi karbohidrat yang rendah kalori, misalnya nasi yang tidak terlalu putih atau beras merah dan masih ada kulitnya, roti yang tidak putih, jagung dan kalau menggunakan pemanis yang rendah kalori,'' tuturnya.
Sumber : http://www.republika.co.id/detail.asp?katakunci=made%20%20astawan%20%20pangan&id=101817
Selasa, 29 Oktober 2002
|