ImageImage

 

 

 

 

 

 

 

 

Mesin Panen Padi

 

Deskripsi

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang metode pemanenan padi dan rumput, bagian-bagian utama, cara kerja, dan evaluasi kinerja dari mesin panen padi dan rumput.

 

Relevansi

Pemahaman tentang combine harvester dan mower sangat penting dalam pengelolaan pertanian tanaman pangan modern, dan pengelolaan lapangan rumput baik untuk pakan ternak maupun turfgrass Dengan mengetahui bagian mesin dan cara kerja serta kinerja, pengelolanya akan dapat merencanakan dan mengatur penggunaan combine harvester dan mower dengan efisien dan ekonomis.  Dengan demikian akan mendukung proses budidaya keseluruhan secara mekanis.

 

Tujuan Instruksional Khusus

Mahasiswa akan dapat menjelaskan metode, peralatan, kinerja mesin panen padi dan rumput dan menguraikan prisip-prinsip mekanika pada mesinnya.

 

 

1. Jenis dan pemilihan mesin panen padi

2. Reaper

3. Binder

4. Combine harvester

4.1. Head-feed type combine harvester

4.2. Standard type combine harvester

 

 

 

Mesin Panen Padi

Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu mendapat perhatian khusus. Saat panen merupakan waktu kritis, karena untuk tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat maka kualitas maupun kuntitas hasil atau produksinya akan turun bahkan dapat rusak sama sekali.

Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak, pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat panen ini menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang penduduknya sedikit.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan menggunakan mesin panen antara lain lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibanding cara tradisional.

 

1. Jenis dan pemilihan mesin panen padi

            Ada beberapa jenis mesin panen padi, yaitu

a. Reaper (windrower), yang hanya memotong dan merebahkan hasil potongan dalam alur, atau collection type reaper yang memotong dan mengumpulkannya.

b. Binder, mesin yang memotong dan mengikat

c. Combine harvester, mesin yang memotong dan merontokkan

 

Dalam memilih mesin yang tepat untuk pemanenan padi, maka hal-hal berikut harus dipertimbangkan:

1. Unjuk kerja dan upah dalri buruh panen dengan cara tradisional

2. Harga, biaya perawatan, umur, kinerja, dsb, dari setiap mesin

3. Ukuran petakan lahan

4. Tinggi malai padi, kemudahan rontok

5. Tingkat kekeringan dan daya dukung tanah pada saat panen

6. Cara pengumpulan, pengeringan, transportasi, perontokan dan pengeringan gabah setelah pemotongan

 

Pertimbangan 1,2 dan 3 juga dapat dipergunakan untuk penggunaan traktor atau alsin lainnya.  Tetapi no 4, 5, dan 6 harus dipertimbangkan secara khusus dalam penggunaan mesin panen.

 

            Dari berbagai jenis mesin panen padi, kemampuannya untuk disesuaikan dengan ketinggian malai, kondisi malai, kinerja pada kondisi lahan tertentu adalah berbeda-beda.  Misalnya untuk varietas padi yang mudah rontok, pemotongan harus dilakukan dengan sedikit mungkin menimbulkan getaran untuk meminimumkan susut karena rontok ke lahan.

            Apapun jenis mesin panen yang dipilih, diharapkan ada penyesuaian dari ketinggian posisi malai, padinya tidak mudah rontok dan lahan sawah harus kering.  Jika tidak, maka efisiensi akan rendah dan susut panen akan tinggi.

 

2. Reaper

            Diantara berbagai jenis reaper manual, tipe tarik adalah yang paling ringan dan praktis.  Bila dilengkapi dengan rangka pengumpul, alat ini dapat digunakan untuk mengumpulkan padi dalam dua tarikan pemotongan.  Jika padi ditanam pada baris yang teratur, kinerja alat ini adalah 1,5 hingga 2 kali sabit.  Karena cara pemakaiannya sambil berdiri, maka kelelahan kerja menjadi lebih ringan dibandingkan dengan menggunakan sabit.  Mata pisau dapat dipergunakan untuk memanen sekitar 0,1 ha tanpa harus diasah. Gambar1.

            Ada juga jenis windrower yang dipasangkan di depan traktor tangan, dan dipgerakkan oleh enjin traktor tangan tersebut.  Pisau pemotongnya dapat berupa tipe rotari atau gunting. Gambar 2. Selanjutnya, mesin reaper yang memiliki enjin penggerak sendiri dapat dilihat pada Gambar 3 sampai 5.

Video operasi pemanenan dengan reaper

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                      

 

 3. Binder

            Binder bisa memiliki bagian pemotong untuk satu hingga empat alur tanam, tetapi jenis binder dengan dua alur (lebar potong sekitar 50 cm) lebih populer.  Semua binder memiliki enjin sendiri (self propelled).  Padi yang telah dipotong akan langsung diikat menjadi 1 hinga 2 kg ikatan dankemudian direbahkan ke satu sisi yang sama.  Binder  juga dilengkapi dengan alat pengangkat padi, yang dipergunakan untuk menggangkat padi yang lebah sebelum dipotong (Gambar 6).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 6. Two-row binder (Yasumasa, 1988)

 

            Tali pengikatnya dapat terbuat dari bahan sintetis, serat atau jerami, dll. Tergantung perusahan yang membuatnya.  Tali pengikat ini harus ditangani dengan baik dan tidak boleh basah.

            Ketinggian pemotongan, ukuran ikatan, tingkat kekencangan ikatan dapat diatur.  Biasanya binder dilengkapi dengan dua hingga emapt kecepatan maju, dan satu atau dua kecepatan mundur.  Mesin ini digerakkan oelhe enjin bensin berpendingan air dengan tenaga 3 hingga 5 hp.

            Bagian pemotong biasanya memiliki pisau tipe cutter bar .  Kinerja mesin ini berkisar antara 40 hingga 80 menit per 10 are.  Bila banyak padi yang rebah, makan kinerjanya pun akan menurun.

 

4. Combine harvester

4.1. Head-feed type combine harvester

            Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang.  Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke bagian perontok mesin.  Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki penampung gabah sementara.  Bagian pemotong dari mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan.  Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

            Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi.  Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter.  Enjin yang digunakan bervarias dari 7 hingga 30 hp.  Karena jauh lebih berat dari pada binder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt). Gambar 7.

            Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik.  Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 30 hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1 m.

 

 

Text Box: Keterangan :
1.           pengarah malai
2.           kursi operator
3.           sensor ketinggian malai
4.           penutup perontok padi
5.           tuas perontok (thresher)
6.           lampu belok
7.           penjepit batang padi
8.           rantai pengarah dan penjepit perontokan
9.           rantai pembawa padi ke perontok
10.        batang pemisah tanaman yang belum dipotong
11.        pisau pemotong
12.        divider
13.        lampu depan
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 7. Head-feed combine harvester

 Video operasi pemanenan dengan harvester

 

4.2. Standard type combine harvester

            Mesin panen padi jenis ini adalah mesin yang dikembangkan di Amerika dan Eropa, yang dipergunakan juga untuk memanen gandum.  Padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian perontokan.  Gabah hasil perontokan ditampung dalam tangki, dan jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah.  Semua jenis combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type).  Lebar pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang populer adalah 4 meter.  Enjin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type. Gambar 8.

 

Gambar 8. Standard Combine harvester (Claas)


Mesin Panen Rumput

1. Mesin panen rumput makanan ternak (hay)

1.1. Mower

1.2. Rakes

1.3. Balers

2. Mesin pemangkasan lapangan rumput (turf)

 

 

 

 

Mesin Panen Rumput

 

Mesin panen rumput-rumputan dapat dibedakan menjadi berdasarkan keperluan:

  1.  untuk memanen rumput makanan ternak (hay)
  2.  untuk memanen atau memeliharaan lapangan rumput (turf)

 

1. Mesin panen rumput makanan ternak (hay)

 

Rumput makanan ternak adalah rumput yang dibudidaya secara khusus yang kemudian dipanen untuk dijadikan pakan ternak. Bagi petani atau peternak yang memiliki hewan peliharaan dalam jumlah yang besar, memerlukan alat dan mesin untuk mengolah pakan ternak dengan bahan dasar rumput. Berbagai cara atau proses tersedia untuk menangani rumput makanan ternak yang kering.  Setiap cara memerlukan alat atau mesin yang spesifik sebagai bagian dari keseluruhan proses.  Dengan pemilihan yang benar, alsin pemanenan rumput seharus dapat memberikan kemudahan dan dan dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Alat dan mesin yang digunakan dalam proses pembuatannya dikelompokkan dalam beberapa jenis sesuai dengan fungsinya, antara lain untuk:

1. Pemotongan (cutting), mesin yang digunakan mower

2. Pelayuan dan Pengeringan (wilting and drying), mesin yang dipakai rake dan windrower

3. Pengepakan (baling), mesin yang digunakan baler

4. Penyimpanan (storing), mesin yang digunakan trailer, truck and warehouse

Mower atau mower conditioner memotong rumput (yang umumnya memilik kadar air 80 hingga 90%, dan meletakkannya dalam beberapa alur untuk memudahkan pengeringan di lahan sehingga nanti mencapai kadar air yang tepat untuk penyimpanan.  Selanjutnya mesin rake atau sejenisnya dipergunakan untuk memindah-midahkan dan membalikkan alur tumpukan rumput (windrow) untuk membantu proses pengeringan.  Mesin ini akan membuat alur tumpukan yang lebih dekat, atau menyatukan dua atau lebih windrow menjadi satu, agar nantinya memudahkan proses pengepakan (baling).  Setelah rumput menjadi kering pada kadar air yang tepat, mesin pengepak (baler) digunakan untuk mengumpulkan rumput sepanjang alur, dan memadatkannya menjadi sebuah sebuah bale untuk memudahkan penanganan, penyimpanan dan pemberian kepada ternak di proses selanjutnya.  Rumput makanan ternak ini harus dilindungi dari pengaruh hujan, salju, dll., atau pengaruh iklim atau cuaca lainnya.

 

1.1. Mower

            Langkah pertama dalam memanen rumput makanan ternak adalah memotong/memangkas rumput dan merebahkannya dalam beberapa alur sejajar,  Kebanyakan mesin mower yang digunakan dalam membuat rumput makan ternak sekarang ini memiliki suatu unit dengan roller  dan impeller untuk meremukkan batang, agar proses pengeringan menjadi lebih cepat.  Rumput makanan ternak ini biasanya dikeringkan di lahan selama tiga hingga empat hari untuk mencapai kadar air 16 hingga 30%.

            Mesin mower dapat berupa yang berpenggerak sendiri (self-propelled) atau yang ditarik oelhe traktor.  Kemudahan operator dalam mengoperasikan mesin ini dapat dicapai bila benar-benar cara mengoperasikan alat kendali pada mesin ini.  Operator juga disediakan kabin yang nyaman dalam mengendalikan mesin di lahan.  Untuk mesin mower yang ditarik traktor, operator harus selalu melihat melihat ke depan untuk mengemudikan mesin dengan baik, dan juga harus selalu melihat ke belakang untuk memastikan mesin bekerja dengan baik. Kaca spion dapat membantu operator dalam hal ini.  Untuk mesin berpenggerak sendiri, memiliki mekanisme pemotongan yang terletak di depan mesin, sehingga mudah diobservasi selama operasi sambil mengendarainya ke arah depan.

            Untuk meningkatkan kapasitas mesin, mesin jenis ini juga telah dilengkapi dengan kemampuan pencapai kecepatan maju yang lebih tinggi, beberapa dilaporkan memiliki kecepatan hingga 15 mile per jam (24 km/jam).  Bahkan pada kecepatan 8 hingga 10 mile per jam, operator harus telah benar-benar ahli untuk memastikan operasi dengan aman. Pada kecepatan yang lebih tinggi, getaran yang dialami operator akan sangat berpengaruh pada kondisi fisiknya khususnya yang memiliki potensi cidera pada tulang punggung.

 

 

 

 

 

 

1.2. Rakes

            Mesin  rake didesain untuk dapat mengacak, memindahkan dan membalikkan tumpukan rumput pada alur, membuat alur tumpukan lebih sempit dan dapat mempercepat proses pengeringan.  Proses pembalikan (raking) harus sudah dihentikan sebelum kadar air rumput mencapai 40%.  Bila lebih kering, susut daun akan menjadi besar.  Mesin rake ada beberapa jenis.  Ada yang ditarik di belakang traktor, ada yang digandengkan di belakang three-point hitch, ada juga yang digandengkan di depan traktor.  Beberapa rake dirancang untuk satu alur windrow , ada juga dirancang untuk dua atau lebih windrow.  Di beberap wilayah ada juga yang menklasifikasikan rake  menjadi rotary, tedder atau wheeled rake.  Berikut ini adalah gambar side-delivery rake dan wheeled rake.

            Ada juga mesin yang mirip rake yang digunakan untuk memindahkan windrow, yang dinamakan inverter dan merger. Inverter bekerja hanya mengambil windrow, membalikkannya dan meletakkan kemali di atas lahan, ini juga membantu mempercepat pengeringan.  Belakangan ini merger banyak digunakan untuk mengambil satu atau dua windrow dan meletakkannya di atas windrow di sebelahnya.  Tidak seperti rake, inverter dan  merger mengurangi resiko adanya batu-batuan di dalam windrow.  Kedua jenis mesin ini adalah tipe ditarik traktor. Mesin-mesin in lebih sederhana dair mower, maka operator yang tidak begitu terampil juga bisa mengoperasikannya.

 

Tonutti Carted Hay RakeTonutti Carted Hay Rake

 

1.3. Balers

            Mesin baler dirancang untuk mengepak rumput makanan ternak menjadi berbentuk lebih padat dan kompak, yang akan dapat mempermudah pengangkutan dan penyimpanan.  Mesin baler  dikelompokkan berdasarkan kekompakan bale yang dihasilkan: berbentuk kotak kecil (40 – 60 lb), silinder besar, dan kotak besar.  Bale berbentuk silinder besar memiliki berat sekitar 750 lb, membutuhkan alat transportasi yang besar.  Yang berbentuk kotak kecil, biasanya dapat diangkat langsung oleh orang.  Ketiga jenis mesin ini adalah tipe yang ditarik traktor.  Kenyamanan masih sangat dipertanyakan, karena operator harus selalu melihat ke depan untuk memastikan kelurusan operasi pada  windrow dan ke melihat ke belakang untuk memastikan kerja baler.  Kebanyakan dari baler yang menghasilkan kotak kecil dioperasikan disamping kanan traktor, dan trailer penampung menyusul di belakang baler.  Biasanya segaris dengan traktor.  Namun demikian baler  penghasil bale dalam bentuk silinder besar dioperasikan di belakang traktor langsung, hal ini membutuhkan operator untuk menoleh ke belakang lebih jauh lagi, untuk memastikan mesin bekerja dengan baik.

 

 

 


 

 

1905 Large Area Reel Mower

 

 

 

 

2. Mesin pemangkasan lapangan rumput (turf)

Budidaya rumput lanskap dibagi dalam empat kelompok utama, berturut-turut dari yang paling intensif pemeliharaannya ke yang kurang intensif pemeliharaannya yaitu:

  1. Green (green lapangan golf, lawn lapangan bowling, lawn lapangan tenis),
  2. Sports turfs (tee dan fairway lapangan golf, lapangan sepak bola, lapangan base ball),
  3. Lawn turfs (halaman rumput di rumah, lapangan rumput di taman) dan
  4. fungtional turf (sisi jalan raya, sisi landasan pesawat terbang).

 

2.1. PEMELIHARAAN RUMPUT

            Rumput yang telah ditanam pada areal tertentu dan telah tumbuh, memerlukan pemeliharaan yang teratur agar rumput tetap dalam kondisi yang bagus.  Dengan demikian kualitas rumput, baik dari segi kualitas visual maupun kualitas fungsi dapat dipertahankan. Kegiatan pemeliharaan rumput lapangan antara lain peremajaan, perawatan rumput, dan pemotongan rumput.

Kegiatan peremajaan meliputi verticutting (memotong bagian akar yang sudah tua), coring (pembuatan lubang di tanah agar tanah tetap gembur), top dressing (penaburan pasir ke lahan agar membantu dalam pertumbuhan akar), dan sodding (penambalan rumput yang rusak).

            Kegiatan perawatan rumput bertujuan agar rumput yang sudah tumbuh tidak terserang oleh gulma lain atau hewan-hewan pengganggu. Kegiatan ini meliputi pemupukan, pemberantasan hama, gulma dan penyakit.  Pemberian air dengan irigasi juga bagian dari kegiatan perawatan rumput.

            Pemotongan rumput dimaksudkan agar rumput dapat terlihat rapi  dan seragam ketinggiannya. Pemotongan adalah hal yang paling dasar dari semua kegiatan perawatan yang berhubungan dengan rumput yang mempengaruhi sebagian besar kegiatan perawatan. Pemotongan melibatkan perubahan periodik dari bagian pertumbuhan serat rumput.  Dilihat dari sisi botani, pemotongan yang tidak baik adalah hal yang paling utama dalam merusak rumput (Turgeon, 1991). Beberapa variabel pada pemotongan mempengaruhi kualitas rumput. Variabel tersebut meliputi tinggi, fekuensi, dan pola pemotongan.

            Tinggi pemotongan yang baik adalah 4.8 mm-6.4 mm tetapi bisa bervariasi dari 3-7.6 mm. Tinggi pemotongan yang lebih rendah akan lebih diutamakan jika kerapatan rumput yang dibutuhkan dapat dipertahankan dan tepi rumput tidak keras (Beard,1982). Beard (1982) juga menyatakan bahwa tinggi pemotongan efektif adalah jarak antara permukaan tanah pada waktu rumput dipotong. Tinggi pemotongan efektif mungkin secara signifikan lebih tinggi dari pengaturan alat, kadang-kadang sampai 3.2 mm.

            Frekuensi pemotongan adalah jumlah pemotongan persatuan waktu. Ini merupakan kebalikan dari interval pemotongan yang memperlihatkan jumlah hari diantara pemotongan yang telah dilakukan. Frekensi pemotongan dapat bervariasi dari pemotongan setiap hari sampai beberapa pemotongan per masa pertumbuhan pada beberapa fungsi rumput. Namun pada frekuensi pemotongan yang terlalu tinggi mengakibatkan perakaran yang rendah, mengurangi pertumbuhan rhizoma, menambah kerapatan, penurunan pertumbuhan tanaman, dan penurunan penyerapan karbohidrat (Turgeon, 1991).

            Pola pemotongan adalah arah dari pemotongan agar terhindar dari pertumbuhan rumput yang cenderung horisontal. Pertumbuhan rumput yang cenderung horisontal tersebut disebut grain (Turgeon,1991). Arah pengoperasian mesin pemotong biasanya berubah-ubah pada setiap pemotongan dalam setiap empat arah untuk meminimumkan pertumbuhan grain (Beard,1982).

 

2.2. MESIN PEMOTONG RUMPUT (Mesin Potrum)

            Peralatan pertama atau mesin pemotong adalah “scythe”. Alat ini membutuhkan skil tinggi dan pertimbangan kerja untuk mengoperasikannya agar lapangan rumput menjadi lapangan yang seragam. Pada tahun 1880, Edwin Budding, seorang insinyur tekstil membuat mesin pemotong rumput reel pertama. Alat ini merupakan adaptasi dari tekanan putar yang digunakan untuk memotong serat pada karpet. Pada awal 1900, unit yang sama dibuat. Alat ini didorong dengan tangan, ditarik oleh kuda, atau diberi tenaga oleh mesin uap sampai penemuan mesin pemotong dengan tenaga bensin.

Pada jaman dulu, alokasi untuk memotong ditetapkan porsi yang paling besar dari anggaran untuk perawatan areal rumput. Sekarang, meskipun kecerdasan, keefisienan, dan kemudahan penggunaan dari alat potong rumput modern memungkinkan seorang manajer lapangan rumput untuk memberikan persentasi lebih tinggi dari anggaran operasi pada kegiatan perawatan lainnya.

Tipe-tipe mesin pemotong rumput (potrum) yang umum digunakan adalah reel mower, rotary mower, dan flail mower. Pada dasarnya reel mower terdiri dari sebuah silinder reel yang berputar dilengkapi dengan pisau-pisau berbentuk helik, dan menghasilkan efek potong dengan adanya pisau horisontal yang tetap (bed knife). Reel mower mempunyai kualitas pemotongan terbaik diantara mesin mower lainnya.  Berbagai tampilan dari Potrum reel dapat dilihat pada gambar berikut

 

1905 Large Area Reel Mower

 

Rumput pada halaman rumah biasanya lebih banyak dipotong dengan mesin pemotong rumput rotari.  Potrum rotari memberikan efek memotong sebagai akibat dari impak pisau yang berputar horisontal pada poros vertikal.  Kualitas pemotongan mungkin tidak sebaik atau sehalus potrum tipe reel, tetapi lebih diterima untuk pemotongan rumput halaman rumah. Pemotongan pada ketinggian potong 2,5 cm, menghasilkan kualitas potong yang baik.  Umumnya, mata pisaunya perlu diasah kembali bila helai daun lebih banyak pecah ketika dipotong.  Potrum tipe rotari dapat digunakan untuk memotong rumput yang tinggi, rumput yang ulet, dan tanaman pengganggu lainnya.  Dibandingkan dengan tipe reel, penggunaan potrum rotari memerlukan biaya lebih rendah, pengoperasian lebih mudah, dan perawatan yang diperlukan lebih sederhana. Kelebihan-kelebihan ini yang membuatnya sangat populer pada para pemilik rumah. Beberapa jenis potrum tipe rotari dapat dilihat pada Gambar berikut.

 

 

 

Flail mower mempunyai komponen-komponen yang terdiri dari banyak pisau kecil yang diengsel pada batang horisontal. Ketika batang berputar, pisau-pisau tersebut akan mengembang yang dikarenakan gaya sentrifugal. Keuntungan flail mower adalah kemampuannya untuk mengurangi vegetasi yang tinggi menjadi bentuk yang bagus. Di samping itu tidak terlalu berbahaya dibanding dengan rotary mower, karena pisau-pisau akan terlipat pada waktu memukul batu atau benda yang keras lainnya. Flail mower banyak digunakan pada pemotongan functional turf, dimana pemotongan tidak sering dilakukan (Turgeon, 1991).          

 

 

PENUTUP

 

Latihan atau Test Formatif

 

1. Jelaskan perbedaan yang paling mendasar dari mesin panen padi Jepang (Head-feed type combine harvester) dengan Mesin panen padi Eropa (Standard type combine harvester)

 

2. Sebutkan empat jenis mesin panen padi!  Jelaskan prinsip kerja masing-masing mesin dalam memanen padi!

 

3. Kemukakan dengan bebas ide orisinal anda berkaitan dengan:

a. Manfaat mesin panen

b. Penggunaan mesin panen di Indonesia

c. Pengembangan mesin panen di Indonesia

d. Peranan IPB khususnya Departemen TEP dalam pengembangan mesin panen

 

4. Sebutkan bagian-bagian utama dan fungsinya dari sebuah combine harvester, diurut mulai dari proses pemotongan sampai penampungan hasil panen!

 

 

Umpan Balik

 

Pada bagian ini mahasiswa ditugaskan untuk membuat tulisan ilmiah sederhana dengan topik yang berganti-ganti sesuai dengan minat.  Paper tersebut dikumpulkan dalam bentuk soft copy ke dosen sebelum dipresentasikan (dengan LCD Proyektor) di depan kelas di depan seluruh mahasiswa peserta Kuliah TMBP.

 

1) Mahasiswa mengamati lingkungan pertanian di sekitar tempat tinggalnya, terutama daerah asal mahasiswa dan sekitarnya.  Mahasiswa wajib mengenali cara panen padi, mandaftar masalah-masalah utama yang dialami oleh petani berkaitan dengan pemanenan padi secara umum dan khusus yang berkaitan dengan alat dan mesin panen padi.

 

2) Mahasiswa membaca literatur, laporan-laporan pada Departemen dan Dinas-dinas Pertanian, Laporan BPS, Perindustrian, jurnal penelitian dan lain sebagainya untuk mengumpulkan data sebaran alat dan mesin panen padi di Indonesia.

 

3) Mahasiswa mengamati lingkungan peternakan di sekitar tempat tinggalnya, terutama peternakan yang sumber pakan utamanya adalah rumput.  Mahasiswa mengamati bagaimana cara perolehan rumput, alat dan mesin yang digunakan, permasalah-permasalahan yang dihadapi, dll.

 

3) Mahasiswa mengamati lingkungan lapangan rumput disekitar tempat tinggalnya (rumput halaman rumah, lapangan olah raga, lapangan umum terbuka, taman kota, dll).  Mahasiswa mengamati cara pemeliharaan rumput secara menyeluruh dan juga cara pemotongannya.  Mendaftar masalah-masalah yang dihadapi, terutama berkaitan dengan alat dan mesin pemotong rumput

 

 

Referensi:

 

Untuk lebih memperkaya pengetahuan, berkaitan dengan topik pada baba ini, silakan dapatkan beberap informasi di situs-situs berikut:

 

http://www.deere.com/en_US/ProductCatalog/FR/category/FR_HAY.html

http://www.youtube.com/watch?v=6yftV3z-ml8

http://www.freefoto.com/browse/07-19-0?ffid=07-19-0

http://bedford.extension.psu.edu/agriculture/BeginFarmer/HayMakingEquipment.htm

http://www.goldenrulejd.com/john-deere-hay-forage.htm