1. KONSEP TENAGA (DAYA)
Tenaga atau daya adalah kemampuan untuk melakukan kerja
yang dinyatakan dalam satuan Nm/s, Watt, ataupun HP. Menurut sejarah
besarnya satuan 1 HP (horse power) pertama kali dinyatakan sebagai setara
dengan kemampuan seekor kuda menarik beban 366 pound dengan kecepatan 1
foot per second seperti yang ditunjjukkan pada gambar diatas.
2. METODA PENGUKURAN TENGAGA (DAYA)
Kita harus mengerti dengan benar mengenai daya dan cara pengukurannya.
Daya adalah kemampuan untuk melakukan kerja, satuannya Nm/s ( watt ).
Brake power adalah daya yang diberikan oleh poros engkol.
Drawbar power adalah daya pada drawbar dan tersedia untuk menarik
beban.
Friction power adalah Daya yang digunakan untuk mengatasi
gesekan-gesekan pada motor.
Indicated power adalah daya yang timbul dalam ruang pembakaan datar
diterima oleh piston.
Dimana Ip
= indicated power, kw
P = mean effective
L = panjang stroke, mm
A = luas piston, mm2
N = kecepatan, rpm
n = jumlah silinder

Untuk siklus mesin 4 langkah N harus dibagi 2, karena untuk 1 kekuatan
untuk tiap silinder per 2 revolusi. Dibagi dua tidak diperlukan untuk
siklus mesin 2 langkah karena tiap kekuatan langkah untuk tiap silinder
bagi tiap revolusi.
Hubungan indicated power dengan net brake power dan friction power
adalah
Gross indicated power = net brake power + friction power.

Gambar 1. Definisi indicated power pada diagram P-V
Brake power maksimum adalah kekuatan mesin maksimal untuk
membuka dengan penuh throttle dengan kecepatan tertentu. Namun kita harus
ingat bahwa pengujian taktor harus dibandingkan dengan pengujian mesin.
Obsemed power adalah daya yang diukur dengan dinamometer tanpa
memperhatikan temperatur atmosfer, takanan atau tekanan uap.
Corrected power adalah observed power yang memperhatikan
tekanan permukaa air laut ( 1.013 x 105 Pa), suhu 15.5oC
dan tekanan uap 0.
Kilowatt-hour adalah satu kilowatt yang bekerja selama satu jam
sebesar 3.6 x 106 joule.
Dynamometer adalah alat untuk menentukan besarnya daya.

Skema Pengujian Motor Bakar
3. DYNAMOMETER ABSORBSI – PRONY
BRAKE
Dinamometer absorbsi adalah salah satu alat untuk mengukur daya dan pada
alat tersebut juga mengubah bentuk kerja menjadi panas. Prinsip dari alat
prony brake ini adalah sebuah gelang kayu (a) ditangkupkan dengan puli
motor (b) dan himpitan a terhadap b dapat diatur oleh alat (c) kemudian
gelang (a) dihubungkan dengan batang (d) pada alat timbang (e).
Misalkanpun (b) berputar/putaran maka kerja yang dilakukan adalah 2 lw.
Jika puli ini dihimpit oleh gelang kayu (a) maka kerja yang dilakukan sama
dengan kerja yang dibutuhkan untuk mengatasi gesekan antara puli dan
gelang kayu, yaitu 2 lw. Jika puli berputar n kali kerja per menit kerja
adalah 2 lw atau :

Dimana:
I =
panjang lengan (ft)
w =
gaya gesekan terhadap gelang kayu dan lengan ( lbs )
n =
jumlah putaran per menit
Torsi =
wl, sehingga pada persamaan diatas :

Dimana:
T =
Torsi
Untuk setiap dinamometer 2 I = K adalah konstan sehingga bhp = Kwn.
Sedangkan bentuk dari Prony Brake itu sendiri terlihat seperti gambar 2

Gambar 2. Prony Brake
4. DYNAMOMETER ABSORBSI - HIDROLIK
Prinsip kerjanya sama dengan Prony Brake yaitu dengan merubah kerja
menjadi panas. Air dalam suatu housing yang berputar bebas terhadap shaft
mengalami gesekan akibat putaran staft tersebut. Housing dihubungkan
dengan lengan torsi sama seperti Prony Brake. Rumus- rumus yang dimiliki
sama dengan Prony Brake namun kesalahan yang dijinkan adalah 0.5%. HaI ini
menjadi bahaya bila mesin "running away" melewati batas jadi
hidrolik ini lebih berbahaya dari pada prony brake.
Bentuk dari alat hidrolik ini dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Dinamometer hidrolik
5. DINAMOMETER ABSORBSI – AIR BRAKE
Air atau Fan Brake sangat berguna di dalam mesin bermuatan
yang bergerak dan untuk pengujian kekuatan pada kecepatan tinggi. Daya
ditansmisikan pada udara dengan menggunakan fan yang besarnya tergantung
ukuran piring, jarak piring dan pisat rotasi dan rpm pada kubus. Kesalahan
yang diijinkan oleh fan brake adalah 20%. Sejak brake dipengaruhi oleh
temperatur dan suhu udara. Sebelum digunakan brake harus dikalibrasi.
Untuk mengetahui besarnya daya kita harus membaca rpm dari kipas angin (fan).
6. DINAMOMETER ABSORBSI – EDDY CURRENT
Dinamometer Eddy Currend sangat diperlukan untuk mengoperasikan rotor yang
dihubungkan dengan stator. Rotor adalah baja tuang padat
dangan tonjolan gigi tape pada daerah kutub. Stator
adalah pasangan magnetik yang dihubungkan oleh tenaga putar dengan rotor
yang dilengkapi dengan koil untuk hubungan langsung dan bearing.
Karena Eddy Current adalah dinamometer absorbsi maka sirkulasi membawa
panas generator ke mesin. Tenaga putar sangat berpengaruh pada
pengontrolan field excication, field excication memiliki
tenaga friksi yang besarnya sama dengan total daya yang masuk pada mesin.
7. DINAMOMETER ELEKTRIK DIRECT CURRENT
Pada direct current terdapat generator dan field excication. Field frame
bebas untuk berputar. Resultan putaran menyebabkan skala bergerak.
Keakuratan yang diperoleh adalah 0.25 %. Alat ini biasanya dioperasikan
pada motor. Gambar dari atat ini bisa dillihat pada gambar 4. Rumus yang
digunakan pada alat ini adalah


Gambar 4. DC Electric Dynamometer
8. SHOP – DINAMOMETER
Alat ini layak digunakan untuk mengukur daya pto traktor di lahan atau di
toko dealer alat-alat untuk memperbaiki. Dinamometer seperti pada gambar 3
atau 4 terlalu mahal dan sulit untuk digunakan kecuali dilaboratorium,
disana dapat dibuat suatu pengembangan sehingga tidak menjadi mahal dan
portabel, dan diklasifikasikan di tipe shop atau pada dinamometer pada
gambar 5.

Gambar 5. Shop type of agricultural dynamometer
Tugas utama dari dinamometer jenis ini adalah menentukan
jenis mesin dan juga untuk menyakinkan konsumen mengenai kemampuan mesin
traktor bila memerlukan penelitian yang sangat telili, pemeliharaan atau
pengaturan.
Prinsip alat ini sama dengan prinsip hidrolik atau dinamometer Prony
Brake. Pompa hidrolik kadangkala juga digunakan sejak dinamometer strop
tidak memiliki kontruksi dengan ketelitian atau pemeliharaan pada
laboratorium dinamometer, maka tidak dapat diharapkan untuk mendapatkan
ketelitian yang digunakan di laboratorium permesinan.
Alat ini memiliki tekanan gage untuk mengukur daya pada lengan torsi,
kecepatan pto biasanya diukur dergan indikator kecepatan yang dibaca
langsung pada beberapa kasus daya dibaca langsung pada tekanan gage dengan
koreksi pada kecepatan pto.
Dinamometer Drawbar
Untuk mengukur daya tarik traktor terhadap alat atau mesin-mesin yang
digandengkan. Dinamometer ini mengukur gaya tarik traktor dalam lb atau
kg. Dengan mengukur jarak yang ditempuh dapat dihitung drawbar hp traktor
tersebut.

9. DINAMOMETER SPRING
Dinamometer spring merupakan unit drawbar yang paling sederhana terdiri
atas pemanjangan pegas untuk tensi atau pemendekan pegas untuk kompresi.
Gambar alat ini dapat dilihat pada gambar 6. Dinamometer jenis ini sangat
cocok untuk pengukuan kasar atau kurang teliti untuk daya karena variasi
yang berbeda untuk muatan yang biasanya berhubungan dengan perlengkapan
pertanian.

Gambar 6. Dinamometer drawbar tipe spring
10. DINAMOMETER DRAWBAR - HIDROLIK
Dinamometer mobil digunakan untuk pengujian traktor di Universitas Norton
seperti pada gambar 7 yang menggunakan silinder hidrolik untuk
mentransmisi pada daya drawbar pada dinamometer mobil. Tekanan diukur
dengan sinyal transduser tekanan dari rekorder atau komputer. Silinder
hidrolik mengukur daya tarik drawbar yang dimanfaatkan tarik fluktuasi
dinamometer pegas yang berdampak pada katup throttle.
Drawbar juga memiliki peralatan untuk mengukur kecepatan traktor, rpm
mesin roda taktor, penggunaan bahan bakar, tekanan temperatur intake,
cairan hidrolik pendinginan bahan-bakar hidrolik.

Gambar 7. Dinamometer yang menggunakan silinder hidrolik
11. STRAIN GAGE DYNAMOMETER
Salah satu metoda pengukuran daya tarik drawbar adalah dengan menggunakan
elektrik pada tegangan gage yang dapat mendeteksi tegangan seperti gambar
8.

Gambar 8. Strain Gage
Dinamometer Torsi
Dengan keuntungan pengoperasian mesin-mesin pada pto
traktor, banyak sejarah yang bercerita pencapaian tujuan yaitu penemuan alat
untuk mentransmisi rotasi shaft.
12. METER TORSI, TIPE STRAIN GAGE
Perlawanan perkembangan elektrik dengan tegangan gage
menyebabkan penemuan praktis mengenai torsi dan daya pada traktor pertanian
dan mesin. Pemakaian meter torsi utama dengan tegangan gage telah
dikembangkan. Seperti yang terlihat pada gambar 9.

Gambar 9. Meter Torsi
13. DINAMOMETER CHASSIS
Pengujian taktor diluar ruangan memilki faktor pembatas berupa cuaca.
Salah satu metoda untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan
dinamometer chassis. Seperti yang terlihat pada gambar 10. Drum digunakan
sebagai wadah dengan batu bata dan karena itu diuji dengan pengujian
batubata. Permukaan traksi mengubah cuaca sehingga memungkinkan untuk
mangatasi masalah cuaca.
Sejak traktor tertahan tidak ada perputaran dengan roda
hal ini sangat tidak menguntungkan. Cuaca dapat menjadi lebih baik
regulasinya ketika pengujian traktor. Dinamometer ini dibuat di Institut
Pengujian Swedia Nasional.

Gambar 10. Dinamometer Chassis
14. PENAKSIRAN DAYA – METODA LAHAN
Sangat diperlukan untuk mengetahui perkiraan daya yang digunakan taktor
pada lahan. Akurasi tegangan gage pada meter torsi tidak diperlukan.
Penaksiran daya traktor yang keluar diperlukan untuk melipat gandakan
tekanan. Hubungan antara daya dan melipat gandakan tekanan adalah
pencapaian utama dengan pengujian daya nanometer. Garis kelok hanya benar
untuk throttle penuh atau men-set governor.
Keadaan atau kondisi mesin, temperatur udara, dan
tekanan barometer berpengaruh pada kalibrasi garis kelok. Meskipun penting
untuk merealisasikan metoda pencapaian tekanan namun hanya dapat digunakan
dengan kalibrasi garis kelok Kurva dari penaksiran daya ini dapot dilihat
pada gambar 11.

Gambar 11. Kurva Penaksiran Daya
15. ENGINE TEST APPARATUS – TESTER GAS PEMBUANGAN
Pada bab ini berhubungan dengan bahan-bakar dimana bahan bakar itu terdiri
atas karbon dan hidrogen dan udara terdiri atas nitrogen dan karbon.
Ketika bahan bakar habis terbakar oleh udara, maka secara prinsip
memproduksi nitogen, air dan karbon dioksida. Ketika bahan bakar sebagian
habis terbakar, karbon monoksida berubah menjadi karbon dioksida dan
nikogen.
Hal ini dapat diukur dengan menggunakan emisi pengujian pembuangan pada
NDIR. Metoda untuk mendeteksi dengan menggunakan prinsip absorbsi selektif
energi infra merah menyebabkan memungkinkan menyerap gas untuk menjadi gas
lain.
Analizer melewati batang infra merah menembus dua sel, satu sel referensi
berisi gas non absorbsi dan sel contoh berisi contoh yang mengalir secara
terus menerus. Selama operasi sebagian dari radiasi infra merah diabsorbsi
dengan persentase yang proposional.
Detektor sperti pada gambar 12 memiliki energi antara sel contoh dan sel
referensi yang kemudian diubah oleh amplifier sehingga memugkinkan untuk
diukur oleh meter torsi, sangat disarankan menggunakan rekorder dan alat
kontrol.
Pada gambar 13 menunjukkan lokasi karbon dioksida absorbsi infra merah
pada garis 4.2 sampai 4.5 mm, dan karbon monoksida absorbsi infra merah
pada 4.4 sampai 4.9 mm.
Kesalahan pada NDIR disebabkan oleh contoh pembuangan terdiri atas radiasi
yang memilki panjang yang sama dengan gas ini sehingga detektor
mengabsorbsinya juga. Filter optik standart, filtergas, sel filter gas
atau material jendela dapat digunakan untuk mengurangi hal ini.
Terdapat 200 macam perbedaan hidrokarbon yang tidak terbakar, setiap
perbedaan komposisi, tidak dapat dideteksi dengan akurat. Konsentrasi
dapat ditemukan dengan konsentrasi ekivalen n-heksana C6H12. Jadi wadah
untuk detektor NDIR diisi dengan n-heksana. Akan lebih akurat bila metoda
pengukuran tidak terbakarnya emisi hidrokarbon dalam detektor ionisasi.
Pabrik mesin pembakaran internal dan sistem pengukuran memilki beberapa
alat pengukuran emisi yang berbeda prinsip operasi. Perbedaan sistem
sangat berharga untuk menentukan penggunaan bahan bakar gasoline dan emisi
bahan bakar diesel.

Gambar 12. Infrared Analyzer

Gambar 13 Grafik Absorbsi Inframerah
16. PENGUKURAN PERSEDIAAN UDARA
Pengukuran kuantitas udara adalah penting untuk pengujian mesin.
Rumus yang digunakan adalah :

dimana : M =
massa kering perdetik, kg
A = luas, m2
C = koefisien
dx = densitas air, kg/m3
da = densitas udara, kg/m3
h = tekanar udara mmHg
.
= 997.9 kg/m2
Persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :
,
gambar alat ini dapat dilihat pada gambar 14.

Gambar 14 Alat pengukuran penediaan air
17. INDIKATOR TEKANAN MESIN
Kecepatan rotasi tinggi pada mesin pembakaran internal
modern menggunakan indikator tekanan silinder yang digunakan pada mesin uap.
Metoda untuk mengukur hal ini adalah tansduser tekanm seperti gambar 15
dengan tegangan gage tipe DIEZO, meter. Tranduser seperti gambar 15 adalah
instalasi normal dalam lubang spesial drill pada silinder head. Tekanan
tansduser menggunakan kristal piezoelektrik yang juga telah dimodifikasi
(15b). Pengembangan kenisbian elektrik baru-baru ini menggunakan sinyal
transmisi radio (telemetri) ditambah proses waktu pada komputer. Penambahan
ini untuk memberikan kesempatan kepada insiyur untuk mempelajari pengujian
traktor dan mesin. Beberapa teknik dijabarkan oleh Deere dan Co Insiyur pada
SAE-410.


Gambar 15. Transduser untuk pengukuran tekanan pembakaran pada wadah
pembakaran
Ketika mesin lambat, maka indikator tekanan membuat
diagram P-V seperti gambar 16 melewati 3600 membelah cakam diode elekkomisen.
Tekanan diukur dengan piezoelektrik tipe tekanan transduser dimana
menyediakan proporsi perubahan elektrik ke tekanan silinder dengan
mengubah amplifier ke voltase.

Gambar 16. Alur pembuatan tertangkapnya sinyak sehingga bisa dibuat grafik
P-V.
Sirkuit hold dimana unit gudang transisi analog menjaga
sinyal analog konstan. selama terjadi konversi. Sinyal tekanan yang berubah
kemudian masuk ke mini komputer. Ukuran memori harus cukup untuk program
dimana kontrol perolehan dari tekanan dan 2 tabel untuk data.
Osiloskop digunakan untuk menampilkan bermacam-rnacam sinyal logik untuk
mendiagnosis sinyal yang salah dan akhirnya berpengaruh pada sistem
ignition. Program komputer dibuat dengan fleksibilitas yang besar. Setelah
operator memilih tombol star maka dipilih tipe kriteria seleksi, dimana
dapat diketahui tekanan maksimum, tekanan sudut intensitas knock dan
perolehan fase dimulai.
18. METERAN BAHAN BAKAR
Tipe luar dari variabel dari meteran bahan bakar melengkapi pembakaran
rata-rata mengalirinya cairan atau gas. Orifice antara head dan dinding
dalam tabung tape dimana barang-barang mengapung mengalir. Kekuatan atas
dan bawah pada keadaan equilibrum didefinisikan sebagai elevasi rala-rata
dari keduanya. Berat bersih dari tekanan ke bawah harus konstan meskipun
adanya rata-rata karena float berada pada posisi yang lebih tinggi dari
luas flow. Gambar dari alat ini bisa dilihat pada gambar 17.
19. PENGUJIAN TRAKTOR NEBRASKA
Pada tahun 1919 Dewan Pembuat Undang-Undang Nebraska menyatakan “A Bill
for an Act to Provide for official tests for gas, gasoline, karosene,
distillate or otlrer liquid fuel trantion engines in the state of Nebraska
and to compel the maintance of adequate service station for same". Bill
dikenalkan pada petani yang memilki taktor dan dicoba serta diobservasi
dan kemudian dibuktikan dihadapan legislatif. Bill menjadi undang-undang
pada 15 Juli 1919 dan pengujiannya telah dilakukan oleh Departemen
Keteknikan Pertanian di Universitas State. Traktor pertama yang diuji
telah mengalai 6 tes dan baru selesai pada tahun 1920.
Undang-undang yang telah disahkan itu adalah :
- Traktor yang akan digunakan dan akan beredar dikalangan petani harus
lulus dari pengujian 3 teknisi dan Universitas State.
- Pada setiap company, dealer atau orang-orang yang mengusahakan hal
yang berkaitan dengan hal ini diijinkan untuk mengadakan pengembangan atau
modifikasi model traktor dan boleh diedarkan dimasyarakat petani asalkan
sudah diuji di Universitas dan kinerjanya juga sudah dibandingkan dengan
traktor yang dikeluarkan oleh manufaktur.
- Stasiun pelayanan harus memiliki suku cadang yang dibutuhkan oleh
pemakai traktor untuk mengganti elemen-elemen yang telah aus atau rusak
Teks undang-undang ini secara penuh dapat ditemukan di
Universitas Nebraska, Buletin Stasiun Percobaan Pertanian pada Pengujian
Traktor.

Gambar 17. Fuel Flow Meter
Sebagai contoh untuk menunjukkan berbagai variabel dan
kekuatan yang dikeluarkan terlihat dari gambar 18. Traktor yang memilki
model yang sama dan pada pemasangan yang sama diuji pada hari yang sama.
Variasi dari kekuatan yang dikeluarkan merupakan hal yang normal bagi ukuran
bagian mesin dan jugabagi ignition dan sistem bahan bakar.

Gambar 18. Distribusi observasi daya pto pada pengujian 20 traktor.
20. PENGUJIAN TRAKTOR DI LUAR UNITED STATE
Banyak negara yang memiliki stasiun pengujian traktor, namun tiap negara
belum memiliki standar yang sama, tetapi rekomendasi internasional sedang
disiapkan oleh organisasi standar internasional.
21. KOREKSI UNTUK KONDISI ATMOSFER
Tidak pada setiap kondisi memungkinkan mengadakan pengujian karena kondisi
identik dengan temperatur, tekanan dan juga kelembaban relatif. Namun kita
dapat memprediksikan berdasarkan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada kondisi standart SAE diasumsikan rasio bahan bakar – udara ditunjukkan
bahwa efisiensi thermal atau suhu tidak berpengaruh pada perubahan keadaan
atmosfer, temperatur dan kelembaban.
Untuk mesin diesel, faktor koreksinya menggunakan rumus:

Dimana : P2 =
97,9 kPa
P1 = Pembacaan barometer pada pengujian
T1 = Temperatur absolut pada pengujian, K
T2 = 302,4 K
Kurva Torsi
Kriteria kerja taktor adalah “lugging ability” dari mesin. Ini dapat
dittjukkan dengan persentase dari kekuatan maksimum torsi dengan kecepatan
mesin. Atau dapat juga ditunjuktan dengan mesin torsi dalam Nm dengan
kecepatan mesin dalam rpm.
Kurva torsi yang baik adalah penambahan significant selaras dengan
pengurangan kecepatan oleh karena itu stabil. Kurva torsi merupakan hasil
minimum dari variasi kecepatan pada mesin. Hal ini juga patut untuk kurva
torsi ke ujung sejauh yang memungkinkan. Mesin traktor diesel akan normal
bila pengurangan variasi kecepatan memberikan perubahan pada torsi
dibandingkan dengan mesin gasoline portabel.
Sejak tahun 1959 kurva torsi, tidak dilaporkan di pengujian Nebraska.
Pengujian yang tidak dilaporkan ini dinamakan pengujian Varrying Drawbar
Pull dan Travel Speed karena merupakan kombinasi transmisi den mesin dan
bagi pengguna traktor lebih mudah dimengerti.
22. KINERJA MESIN
Pada gambar 19 merupakan hasil dari tipe pengujian
mesin taktor dimau crankshaft dihubungkan langsung dengan dinamometer.
Pada mesin yang sama diletakkan pada traktor chassis yang memiliki
kekuatan kurang dari pto karena gear dan pompa hidrolik. Rating kekuatan
dari mesin mobil dan truk yang merupakan hasil pengujian dinamometer dari
pergerakan mesin dari chassis. Pada kenyataannya ini merupakan kornbinasi
dari mesin mobil yang diuji pada kecepatan atau mendekati kekuatan
maksimum. Perhitungan lebar bertentangan atau berlawanan dengan kekuatan
ouput dari mesin mobil dan kekuatan pto dari traktor yang memiliki ukuran
yang sama.

Gambar 19. Performance curves
23. KELUARAN KEKUATAN AKTUAL DAN KONSUMSI BAHAN
BAKAR
Kadang-kadang sangat diperlukan untuk menduga umur dari traktor, untuk
mengetahui berapa beban yang bisa ditampung oleh traktor tersebut ketika
digunakan pada lahan pertanian. Pengetahuan tentang keluaran kekuatan
traktor dan kecepatan telah di desain oleh para insiyur pada pengujian
taktor dibawah kondisi normal dengan “programming” beban yang sama dan
sistem kontrol untuk dinamometer traktor. Oleh karena itu pengujian
ketahanan taktor menjadi lebih cepat dan dilakukan di laboratorium.
Kemudian Ricketts membuat suatu alat yang digandengkan antara traktor dan
recorder. Sedangkan hasilnya dapat dilihat pada gambar 21.

Gambar 21. Hasil Recorder
|