Pedoman

 

Tugas Mandiri I

M.K. Ekonomi Teknik

 

 

Tugas Mahasiswa

:

1. Menghitung Biaya Pokok

2. Menghitung Titik Impas

Kasus

:

Penggilingan Padi

Media

:

Internet http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/ekotek

Materi Minggu 7 Tugas Mandiri

Informasi untuk bahan analisis didapatkan dengan tahapan berikut:

  1. Mahasiswa membaca profil usaha penggilingan padi
  2. Mahasiswa memutar video dengan cara meng-klik link Putar Video yang ada di bagian bawah profil pada butir a
  3. Mahasiswa menelusuri infiormasi lain yang belum didapatkan pada tahapan a dan b dengan meng-klik menu Data Search di bagian bawah profil pada butir a. Data yang dikeluarkan oleh komputer akan bergantung pada NRP mahasiswa.
  4. Data lain yang masih dianggap perlu dicari sendiri oleh mahasiswa dari sumber lain.
  5. Petunjuk perhitungan tersedia pada link Petunjuk Perhitungan di bagian akhir profil pada butir a.

Pelaporan

:

Laporan ditulis tangan di atas kertas A4 dan disetorkan pada awal waktu UTS tanggal 10-11-2008 di ruangan tempat UTS dilaksanakan.

Pada awal laporan dituliskan data-data yang didapatkan dari:

- Fasilitas Data Search

- Sumber lain atau diasumsikan sendiri

 

 

 

 

 

 

 

Profil

Usaha Penggilingan Padi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahun berdiri : 1982

Skala usaha : usaha mikro

Volume usaha : 60 ton gabah kering giling/tahun

Tahun Pengamatan : 2005

 

Deskripsi Usaha :

 

Penggilingan padi ini menyediakan jasa menggiling gabah bagi petani di wilayah sekitarnya. Usaha ini tidak membeli gabah petani lalu menjualnya dalam bentuk beras, namun hanya menyediakan jasa penggilingan bagi gabah yang dibawa oleh petani. Ongkos giling dibayar berdasarkan jumlah gabah yang digiling.

 

 

 

Usaha ini memiliki lantai jemur yang disediakan bagi petani yang ingin menjemur gabahnya tanpa dipungut biaya pengeringan. Namun kebanyakan petani (sekitar 60%) datang membawa gabah dalam keadaan kering siap giling. Kebiasaan petani sekitar adalah membawa gabah dalam jumlah kecil, yaitu sekitar 40 kg. Tidak seluruh gabah hasil panen langsung digiling, namun digiling sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan konsumsi.

Pengeringan di atas lantai jemur

 

 

 

Petani di sekitarnya tidak selalu menanam padi. Pola tanam yang dilaksanakan adalah padi dan palawija dengan jadwal tanam tidak teratur, terserah kepada petani masing-masing. Dengan demikian tidak ada musim tanam dan musim panen yang jelas. Sepanjang tahun selalu ada saja gabah yang digiling. Tetapi dari pengalaman, jumlah panen yang tinggi biasanya terjadi pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Harga jual gabah di tingkat petani dalam bentuk gabah kering panen (GKP) berkisar antara Rp. 1000 1200/kg bergantung pada kualitas gabah. Kualitas gabah dipengaruhi oleh jumlah gabah hampa, gabah rusak, dsb.

 

 

 

Gabah yang telah kering dikupas dengan mesin pecah kulit atau huller. Hasilnya adalah beras pecah kulit (beras PK) dan sekam. Sekam dihembus keluar dari bangunan penggilingan, dan tertumpuk di belakang penggilingan. Selanjutnya sekam boleh diambil secara gratis oleh masyarakat sekitar, atau jika ada peternak ayam yang membeli, sekam dijual dengan harga Rp. 300/karung. Jika tertumpuk terus, sekam dibakar begitu saja.

 

 

 

Beras pecah kulit selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin penyosoh (polisher) untuk dipoles/diputihkan. Hasilnya adalah beras sosoh dan dedak. Dedak merupakan hak pemilik gabah, biasanya diambil oleh pemilik gabah untuk makanan ternak atau ikan.

 

 

 

Pengupasan sekam

Pemutihan

 

 

Akhirnya beras sosoh ditimbang untuk menentukan ongkos giling. Dari pengalaman nilai rendemen gabah-beras adalah 60%, yaitu 100 kg gabah kering giling (GKG) menghasilkan 60 kg beras sosoh. Tarif ongkos giling yang ditetapkan adalah Rp. 350 per kg beras. Jumlah gabah yang diolah per tahun diperkirakan sebanyak 60 ton GKG. Kapasitas penggilingan (dari pecah kulit hingga penyosohan) diperkirakan 83 kg gabah/jam (50 kg beras/jam). Penggilingan bekerja sekitar 20 hari per bulan.

 

Penimbangan beras

 

 

Fasilitas Usaha:

 

Terdapat fasilitas lantai jemur (lamporan), sebuah bangunan sederhana, sebuah mesin pemecah kulit (huller), sebuah mesin penyosoh/pemutih (polisher), sebuah mesin penggerak, dan sebuah timbangan. Mesin penggerak digunakan untuk menggerakkan huller dan polisher secara bergantian.

 

 

 

Bangunan penggilingan :

 

 

 

 

Proses penggilingan dilakukan di dalam sebuah bangunan dengan luas 6 x 12 m2. Pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp 7.000.00 dengan perkiraan dapat dipakai sekitar 20 tahun. Harga akhirnya diperkirakan sebesar Rp 700.000. Pemilik usaha ini dikenakan pajak bumi dan bangunan sebesar Rp 30.000 per tahun.

 

 

 

Lantai jemur :

 

 

 

 

Lantai penjemuran padi seluas 6 x 10 m2 ini dapat menampung 800 kg padi. Lantai jemur ini diperkirakan bisa dipakai sampai sekitar 20 tahun dengan perkiraan harga akhir sebesar Rp 300.000.

 

 

 

Mesin penggerak :

 

 

 

 

Mesin penggerak berupa mesin bensin 19 Hp dengan merek Yanmar, dibeli pada tahun 1996 seharga Rp 8.500.000. Konsumsi bahan bakar sekitar 1.5 liter/jam, dan penggantian oli dilakukan setiap bulan sebanyak 3.5 liter. Mesin penggerak diperkirakan rusak 2 kali/tahun dengan biaya perbaikan masing-masing Rp 100.000. Umurnya diperkirakan dapat mencapai 10 tahun.

 

 

 

Huller (mesin pemecah kulit) :

 

 

 

 

Mesin dengan merek Kuda Terbang, QUICK, dibeli pada tahun 1991 dengan harga awal sebesar Rp 2.500.000. Mesin ini diperkirakan mempunyai umur pakai mencapai 15 tahun. Penggantian rol karet sebanyak 2 buah setiap 2.5 bulan (per 20 ton gabah) dengan biaya Rp 95.000/buah. Harga akhir mesin ini diperkirakan sebesar Rp 250.000.

 

 

 

Polisher :

 

 

 

 

Mesin dengan merek ITCHI ini dibeli pada tahun 1989 dengan harga awal Rp 2.000.000 dan diperkirakan dapat dipakai sekitar 15 tahun. Harga akhir mesin ini diperkirakan sebesar Rp 200.000.

 

 

 

Alat pendukung :

 

 

 

 

Alat pendukung yang dimiliki usaha penggilingan padi ini adalah timbangan duduk dengan harga awal sebesar Rp 300.000 dan diperkirakan dapat dipakai sekitar 35 tahun dengan harga akhir sekitar Rp 30.000.

 

 

 

Operator :

 

 

 

 

Operator yang dimiliki usaha penggilingan padi ini hanya 1 orang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Putar Video

Data Search

 

 

Petunjuk Perhitungan