BAB XIV

KOLEKSI DAN PENGAWETAN SERANGGA

  • Cara mengumpulkan serangga dapat dilakukan bermacam-macam, tergantung kepada jenis serangga dan tujuan pembuatan koleksi tersebut.

  • Urutan kegiatan koleksi dan pengawetan serangga, dilakukan seperti bagan di bawah ini :

 

 

MENGUMPULKAN SERANGGA

  • Serangga-serangga praktis dapat ditemukan dimana-mana dan selalu dalam jumlah yang banyak.

  • Semakin banyak tempat yang dikunjungi orang untuk mencari serangga, maka akan semakin besar variasi serangga yang akan diperoleh dalam pengumpulan.

  • Untuk mengumpulkan serangga perlu memperhatikan musim, cuaca dan waktu tertentu dimana populasinya tinggi, akan tetapi untuk memperoleh keragaman yang terbesar harus mengumpulkan sepanjang tahun karena jenis yang berbeda aktif pada waktu-waktu yang berbeda.

 

Bahan dan Alat Pengumpulan Serangga

  •  Alat-alat berikut biasanya digunakan ketika mengumpulkan serangga :

     Jaring serangga

     Botol-botol pembunuh

     Kotak pil yang mengandung kertas tissue

     Amplop-amplop, atau kertas untuk membuat amplop

     Botol-botol kecil bermulut lebar untuk pengawetan

     penjepit-penjepit

     Lensa lapang

     Kertas-kertas lembaran putih biasa

     Alat penyedot

     Payung pemukul atau lembaran kain

     Penyaring

     Perangkap

     Alat pemgumpul akuatik

     Lampu kepala

     Pisau lipat

     Kuas bulu onta

 

  • Untuk metode khusus digunakan alat-alat sebagai berikut :

      Aspirator

      Lubang Perangkap (pitfall trap)

      Corong Berlese

      Beating Sheets

      Cahaya

      Baits

 

Metode Pengumpulan

  • Metode pengumpulan serangga dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung pada jenis serangga dan habitatnya, metode yang dapat dilakukan diantaranya :

1. Aspirator :

  • Alat ini digunakan untuk menangkap serangga kecil yang aktif bergerak seperti parasitoid kecil, lalat kecil, wereng dll.

  • Aspiraor juga digunakan untuk mengambil serangga-serangga kecil yang tertangkap dari jaring serangga.

  • Aspirator biasanya terbuat dari tabung kaca sebagai tempat pengumpul serangga dan ditutup dengan karet yang diberi lubang untuk untuk dua pipa, yang satu untuk mengisap serangga ke dalam tabung dan lainnya ke mulut untuk menghisap udara.

 

2. Koleksi dengan tangan :

  • Banyak serangga terdapat pada tanaman, di serasah, di bawah batu dan tempat-tempat lain yang dapat dicari dan dikoleksi langsung dengan tangan. Pada tanaman, serangga dari berbagai stadia (telur, larva/nimfa, pupa, dan imago) dapat ditemukan di daun, batang/kayu, dan atau akar.

  • Banyak larva berbagai serangga terdapat pada kayu atau bahan organik yang membusuk, seperti kayu lapuk, bangkai binatang dan lain-lain.

  • Koleksi dengan tangan membawa resiko, khusunya apabila serangga yang ditangkap beracun, oleh karena itu alat seperti forcep atau kaos tangan dapat digunakan untuk menghindari bahaya terhadap tangan.

 

3. Koleksi dengan jaring serangga :

  • Jaring serangga meruapakan alat yang paling banyak dan umum diguakan untuk koleksi serangga.

  • Pada dasarnya ada tiga jenis jaring serangga yaitu: jaring udara (aerial net), jaring ayun (sweep net), dan jaring air (aquatic net).

  • Jaring udara digunakan untuk menangkap serangga terbang seperti kupu-kupu, lalat, belalang, lebah, dan capung.

  • Jaring serangga mempunyai diameter 35 cm pada bagian depan dan panjang jaring 50 cm. Tongkat tangkai jaring biasanya sepanjang 100 cm.

  • Jaring ayun untuk menangkap serangga pada daun-daunan atau rerumputan.

  • Bentuk jaring ayun adalah heksagonal.

  • Agar serangga tidak keluar, usahakan waktu mengambil seranga dari jaring membelakangi sinar matahari.

  • Jaring air harus lebih kuat untuk menahan kotoran dalam air, baik kawat lingkar dan bahan jaringnya.

  • Untuk mengambil serangga yang ada, yang biasanya tercampur lumpur, biasanya lumpur ditaruh di suatu nampan dan diberi air lalu dikorek-korek untuk mendapatkan serangganya.

 

4. Koleksi dengan lembar-pengumpul (Beating sheets) :

  • Beberapa serangga pada tanaman sulit dikenali karena bentuknya mirip daun atau duri pada tanaman.

  • Maka itu lembar-pengumpul merupakan alat yang tepat untuk mengkoleksi serangga tersebut dan jenis lain seperti kutu-kutuan serta tungau. Lembar untuk koleksi diletakkan di bawah bagian tanaman dan tanaman dipukul-pukul. Koleksi serangga kecil dari lembar pengumpul dapat dilakukan dengan kuas yang dibasahi air.

 

5. Penyemprotan dengan insektisida knock-down :

  • Pada tanaman yang tinggi serangga sulit ditangkap. Penyemprotan/ pengkabutan dengan insektisida bereaksi cepat seperti piretroid sintetik.

 

6. Pengekstraksi :

 

7. Perangkap serangga :

  Panci kuning

  Perekat

  Kertas

  Penjebak

  Kupu-kupu

  Feromone

  Penyedot

  Cahaya

  Layar

  Malaise

  • Sebelum dilakukan tahapan pengawetan dan perentangan, serangga dapat disimpan di amplop kertas, atau lebih dikenal dengan nama papilot.

  • Amplop ini bisa digunakan untuk menyimpan serangga bertubuh kecil dan bersayap lebar, seperti kupu-kupu dan capung, diluar amplopnya juga bisa digunakan untuk menuliskan data yang berhubungan dengan pengkoleksian.

 

KILLING AGENTS / STRATEGI

Persyaratan

  • Bila serangga akan diawetkan, sesudah serangga ditangkap, serangga harus dibunuh sedemikian rupa sehingga tidak rusak atau patah.

  • Semacam botol pembunuh dengan berbagai ukuran dan bentuk dapat dipakai dan berbagai bahan dapat dipakai sebagai agen pembunuh.

  • Botol-botol yang digunakan sebaiknya adalah botol-botol yang menggunakan tutup gabus dan diberi label RACUN dan semua botol-botol gelas harus diperkuat dengan selotape untuk mencegah penyebaran kaca bila pecah.

  • Beberapa material yang dapat digunakan sebagai agen pembunuh yaitu sianida, CaSO4, etil asetat, karbon tetroklorida, dan kloroform.

 

Strategi

  • Sebuah botol pembunuh sianida terdiri dari kapas dan karton yang harus dipadatkan rapat kebawah, dan karton harus memiliki beberapa lubang jarum didalamnya kemudian ditutup dengan gabus yang kompatibel dengan mulut botol. Sebuah botol sianida yang terbuat dari bubuk putih lembab CaSO4 lebih lama membuatnya tetapi lebih tahan lama.

  • Sianida harus dalam bentuk bubuk atau granul yang sangat halus, kemudian CaSO4 yang basah dituangkan ke dalam botol dan dibiarkan tidak bersumbat dan sebaiknya diletakkan diluar ruangan, sampai seluruh zat mengendap dan mengering.

  • Botol disumbat dengan gabus, dasarnya di tape, diberi label racun dan sehari kemudian botol siap dipakai.

  • Untuk agen pembunuh yang lain, botol-botol yang memakai material-material ini terbuat dengan cara meletakkan beberapa macam material yang menyerap di dalam botol dan memasukkannya dengan agen tersebut.

  • Kapas adalah suatu material penyerap yang bagus tetapi harus ditutupi dengan selembar karton atau penyaring, kalau tidak serangga-serangga dapat terjebak dalam kapas dan sulit mengeluarkannya tanpa kerusakan.

  • Efisiensi sebuah botol pembunuh tergantung dari seberapa jauh dan bagaimana dipakainya.

  • Botol sebaiknya tidak dibiarkan tanpa sumbat lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk meletakkan serangga-serangga atau mengeluarkannya.

 

PENGAWETAN DAN PERENTANGAN (MOUNTING/ PRESERVATION)

Kering

  • Untuk serangga yang akan diawetkan dengan cara pengawetan kering, terlebih dahulu harus dilakukan kegiatan perentangan serangga dengan menggunakan alat bantu.

  • Spesimen-spesimen yang akan diawetkan kering dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dengan satu atau lebih bola lampu, ini digunakan untuk pengeringan yang cepat.

  • Banyak artropoda-artropoda bertubuh lunak dapat dikeringkan oleh pengeringan titik kritis, pengeringan beku, atau pengeringan hampa.

  • Teknik-teknik ini menghasilkan spesimen-spesimen yang tidak begitu rapuh, tidak menunjukkan distorsi, dan sedikit sekali kehilangan warna dan akibatnya tidak menunjukkan indikasi penyerapan kembali air atau pembusukan sehingga dapat disimpan dalam waktu lama.

Basah

  • Serangga-serangga yang biasa diawetkan dengan cara basah adalah serangga-serangga sebagai berikut :

  • Serangga-serangga bertubuh lunak

  • Serangga-serangga yang sangat kecil

  • Larva dan nimfa serangga

  • Artropoda-artropoda selain daripada serangga

  • Cairan yang biasa digunakan untuk pengawetan serangga adalah Etil Alkohol (70-80 %).

  • Spesimen dimasukkan ke dalam botol-botol kecil yang memiliki penutup yang erat, berisi larutan pengawet dimana larutan harus diperiksa paling tidak sekali atau dua kali setahun sehingga cairan yang menguap dapat diganti.

Slide

  • Banyak artropoda kecil (kutu, pinjal, tungau, dan lain-lain) seringkali isolatnya dibuat dalam bentuk slide, bagian-bagian tubuh demikian seperti tungkai-tungkai atau alat-alat kelamin paling bagus dipelajari bila dibuat preparat.

  • Material yang dibuat preparat biasanya dipindahkan ke sebuah gelas objek diberi perlakuan khusus untuk menghasilkan preparat permanen atau preparat sementara.

 

LABELING

  • Nilai ilmiah dari seekor spesimen serangga sebagian besar tergantung pada informasi mengenai tanggal dan tempat penangkapannya dan juga mengenai keterangan tambahan seperti nama kolektor dan habitat.

  • Data-data yang diperlukan, adalah :

  Lokasi dimana serangga ditemukan

  Tanggal penangkapan serangga

  Kolektor

  Data ekologi serangga

  Informasi yang diperoleh dari identifikasi

  • Dalam pembuatan label, digunakan kertas yang agak tebal dan kalau mungkin bebas asam (acid free paper).

  • Penulisan label menggunakan pen dengan tinta permanen yang tahan alkohol, dengan ukuran 0,1 mm, atau menggunakan printer dengan tinta permanen.

  • Selain itu tulisan dalam label sebaiknya menggunakan bahasa Inggris.

  • Beberapa cara pemberian label berdasarkan cara pengawetannya, yaitu :

 

A. Kering

  • Pembuatan label harus di atas kertas putih yang kaku, memiliki ukuran yang sama besar.

  • Label memuat keterangan tentang lokasi, tanggal, dan kolektor.

  • Apabila terdapat dua atau lebih label pada pin harus disusun sejajar dan dibaca dari sisi yang sama.

  • Label yang digunakan pada setiap spesimen yang disimpan kering (pinned or mounted specimen):

1.  Label lokasi (paling atas)

Propinsi, Kabupaten, Lokasi spesifik

Tanggal koleksi

Nama kolektor

2.  Label data ekologi

Inang, habitat serangga, atau metode koleksi

3.  Label identifikasi

Famili serangga

Nama yang mengidentifikasi

Tahun identifikasi

    

          Label lokasi                Label data ekologi       Label identifikasi

 

B. Basah

  • Label untuk spesimen-spesimen yang diawetkan didalam cairan harus ditulis di atas kertas kasar berkualitas bagus dengan tinta tahan air dan ditempatkan di dalam wadah dengan spesimen-spesimen tersebut.

  

Label untuk spesimen dalam EtOH 

 

C. Slide

  • Label untuk spesimen yang dibuat preparat mikroskopis di atas kaca objek ditempelkan di permukaan bagian atas gelas objek, pada satu atau kedua sisi-sisi kaca penutup.

Label untuk preparat mikroskop

 

PENYIMPANAN

  • Spesimen-spesimen dalam suatu koleksi secara sistematik harus disusun dan dilindungi dari hama-hama, cahaya dan kelembaban.

  • Serangga serangga yang dipin harus disimpan dalam kotak-kotak yang anti debu memiliki bagian bawah yang lunak yang memudahkan untuk menyusun pin didalamnya.

  • Untuk serangga yang diawetkan didalam cairan, botol-botol yang berisi spesimen harus diisi penuh dengan cairan dan diusahakan agar tidak terdapat gelembung udara didalamnya kemudian ditutup dengan tutup karet yang sesuai dengan ukuran mulut botol.

  • Material serangga yang diawetkan dengan metode slide, disimpan pada kotak-kotak yang memiliki dasar yang lunak dan disusun satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga tidak berbenturan didalam kotak.