BAB XIII

SUPERORDO MECOPTEROIDEA

 

  • Superordo Mecopteroidea mempunyai kecenderungan pada alat mulut endopterygota yang terlihat pada eksopterygota, terlihat pada urutan evolusi di bawah ini :

1.    eksopterygota

Orthopteroidea ------- Hemipteroidea primitif ------- Hemipteroidea maju

    (chewing)                          (chewing)                                (sucking)

2.    endopterygota

Neuropteroidea ------- Hymenopteroidea --------- Mecopteroidea

  (chewing)                        (chewing)                (chewing --- sucking)

 

ORDO MECOPTERA (scorpionflies)

  • Merupakan serangga-serangga bertubuh langsing, berukuran sedang  dengan kepala memanjang dibawah mata sebagai suatu probosis atau rostrum. 

  • Mecoplasma memilik empat sayap yang panjang.

  • Sayap-sayap belakang dan depan memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

  • Nama umum lalat kalajengking berasal dari ruas kelamin serangga jantan yang menonjol dan seringkali melengkung ke depan di atas punggung seperti sengat seekor kalajengking, misalnya pada famili Panorpidae. 

  • Serangga ini tidak menyengat dan tidak berbahaya.

  • Lalat kalajengking mengalami metamorfosis sempurna, dengan perkembangan yang cepat dari larva yang dikuti oleh tahapan prepupa yang lama. 

  • Pupasi terjadi didalam lorong yang digali didalam tanah. 

  • Mecoptera adalah salah satu ordo holometabola yang paling primitif dan umum.

  • Habitat larva di dalam tanah.

  • Pupa decticous, eksarata, yang berasal dari tanah yang dipersiapkan oleh larva.

  • Serangga dewasa di pertanaman (hutan), untuk Boreidae ditemukan aktif pada salju selama musim dingin.

  • Larva dan imago kebanyakan bersifat predator, dengan tarsus raptatorial misalnya pada Bittacidae. beberapa saprofag, yaitu pada larva yang hidup di tanah dan imago terrestrial (tidak bersayap), anggota dari Boreidae yang mamakan lumut.

  • Pada spesies predator tertentu, serangga jantan menarik betina dengan memberikan mangsa yang didapatnya.

  • Beberapa Famili dari ordo Mecoptera yang sering di jumpai adalah Bittacidae, Boreidae, Panorpidae dan lain-lain.

 

ORDO DIPTERA (lalat, true flies)

  • Nama umum dari diptera adalah lalat. 

  • Dengan ciri khusus hanya memiliki sepasang sayap.

  • Sayap belakang mengalami modifikasi menjadi suatu struktur yang disebut halter yang berfungsi sebagai organ keseimbangan.

  • Pada Diptera maju yang mempunyai pupa coartate, di bagian kepala ada yang membengkak ketika akan mulai terbang, pemunculan dari puparium, melalui sutura frontalis tepat di atas dasar-dasar antena yang disebut  ptillinum.

  • Bagian ini setelah dewasa lenyap, tetapi akan meninggalkan bekas, yaitu frontal suture atau ptillinal suture, yang digunakan sebagai ciri-ciri taksonomi.

  • Diptera merupakan serangga yang relatif kecil, bertubuh lunak, tetapi banyak yang mempunyai kepentingan ekonomi yang besar. 

  • Diptera merupakan hewan penghisap darah dan beberapa merupakan pemakan zat organik yang membusuk seperti lalat rumah atau lalat hijau.  

  • Beberapa merupakan vektor penyakit yang penting dan menjadi hama pada beberapa tanaman budidaya. 

  • Lalat juga berguna sebagai pemakan zat organik yang membusuk, predator yang penting, parasit-parasit beberapa serangga hama dan ikut membantu dalam proses penyerbukan tanaman.

  • Tipe mulut diptera adalah penghisap, tetapi terdapat banyak  variasi dari struktur mulut didalam ordonya. 

  • Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna. 

  • Larva sering disebut dengan belatung dan hidup pada berbagai habitat, akuatik dan semiakuatik, pada tumbuh-tumbuhan, di dalam tanah, dibawah kulit kayu dan batu-batuan.

  • Imago diberbagai macam habitat, tapi tidak jauh dari habitat larvanya.

  • Diptera yang dewasa makan berbagai tumbuhan dan cairan-cairan hewan, tetapi banyak sebagai penghisap darah dan predator serangga lain. 

  • Beberapa famili penting yang sering dijumpai adalah Asilidae, Cecidomyiidae, Culicidae dan lain-lain.

Family Culicidae (mosquito/nyamuk)

  • Larvanya dikenal dengan nama wrigglers atau jentik, hidup di air memakan algae atau plankton, tetapi ada beberapa predator yang memakan larva nyamuk lain.

  • Larva ini memerlukan oksigen dari atmosfer.

  • Fase pupa atau tumblers berada di air (akuatik) dan bernafas dengan menggunakan tabung pernafasan.

  • Serangga dewasa (imago), sebagian besar bersifat crepuskular atau nocturnal.

  • Serangga jantan makan nektar, sedangkan betina makan darah, yang diperlukan untuk petumbuhan telur.

  • Betinanya merupakan bagian dari siklus penyakit, yang berperan sebagai vektor (penyebaran biologis) untuk patogen tertentu, misalnya malaria, yellow fever, encephalistis, filariasis.

  • Nyamuk ini merupakan hama nomor satu di dunia.

Family Chironomidae (midges)

  • Sebagian besar larva mempunyai habitat akuatik dan bersifat saprofag, ada beberapa jenis hidup dan membuat suatu tempat seperti kotak atau tabung pada bagian bawah sedimen, dan ada beberapa dengan hemoglobin (= bloodworms).

  • Imago sebagian besar crepuskular atau nocturnal, banyak di sekitar cahaya, tidak makan atau makan nektar, morfologinya seperti nyamuk, tetapi tidak menggigit.

  • Pada famili ini ada yang bersifat cryptobiosis yang dipelajari pada jenis dari Afrika, pada saat larva dikeringkan, laju metabolisme turun hingga nol, dan pada saat larva disimpan dalam gas cair (Helium), kemudian dipanaskan hingga lebih dari 100 0C, dicelupkan dalam etahanol 100% selama 24 jam atau dicelupkan dalam gliserol selama satu minggu, kondisi serangga ini masih dapat membaik dan berkembang dengan sempurna.

Family Simuliidae (black flies)

  • Larva dan pupa mempunyai kebiasaan (habit) yang serupa dengan Culicidae, larva akuatik, makan plankton, dan memerlukan oksigen dari atmosfer, dengan menggunakan insang anal, berbeda dengan pada fase larva yang ada di thoraks.

  • Larva beradaptasi pada air yang mengalir dengan cepat (deras), yang didukung dengan struktur caudal seperti piringan (disk) dan tow-line.

  • Fase imagonya juga mirip dengan Culicidae, dimana serangga betina memerlukan darah untuk telur.

  • Banyak spesies dengan agen anasthetik pada sekresi ludah dan seringkali inang tidak memperhatikannya.

  • Sekresi ludah yang mengandung koagulan menyebabkan darah akan keluar terus sampai lalat selesai makan/menghisap.

  • Beberapa spesies yang hidup di daerah tropis menjadi vektor penyakit filarial yang menyebabkan kebutaan.

Family Tabanidae (horse flies)

  • Sebagian besar fase larvanya akuatik, pada air yang tidak dalam, seringkali mereka bersifat predator dan beberapa fitofag.

  • Serangga dewasa seperti nyamuk, betina menghisap darah, sedangkan jantan makan nektar.

  • Sebagian besar spesies aktif siang hari (diurnal), reaktif terhadap tanda-tanda visual, dan tertarik pada gerakan.

  • Serangga jantannya ini mempunyai mata majemuk yang sangat besar.

  • Serangga ini berperan sebagai vektor penyakit tularemia dan anthraks, filariasis di Afrika.

  • Dua grup yang umum dari famili ini adalah deer flies (Chrysops spp.) dan horse flies (Tabanus spp.).

Family Asilidae (robber flies)

  • Larva hidup pada tanah dan kayu yang membusuk, sebagian besar bersifat predator atau saprofag dan hanya sebagian kecil yang bersifat fitofag.

  • Mereka bersifat predator, dan mengeluarkan enzym proteolitik.

  • Untuk menghindari predator, ada yang mimic (meniru) lebah besar (bumble bees), dan pada beberapa spesies ada yang mukanya berjanggut (sensory organ) untuk menghindari kepala dari mangsa.

Family Syrphidae (flowerflies, hoverflies)

  • Larva sebagian besar bersifat predator pada aphid atau kutu tanaman.

  • Serangga dewasa umum pada bunga, makan nektara, mereka penerbang yang berpengalaman, untuk menghindari serangan predator beberapa meniru (mimic) tabuhan atau lebah.

Family Muscidae (lalat rumah, tsetse, dll)

  • Sebagian besar saprofag pada berbagai macam bahan yang membusuk.

  • Imago mempunyai habitat dan kebiasaan beragam, banyak yang bersifat saprofag dan beberapa spesies merupakan hama penggigit penting dan penghisap darah, seperti stable fly (lalat kandang) dan tsetse fly.

  • Banyak spesies mempunyai strategi reproduksi ovovivipar dan vivipar, larva lalat tsetse berkembang dan makan dari organ seperti plasenta pada oviduct betina, imago meletakkan larva pada tanah dan lubang hingga menjadi pupa.

  • Famili Muscidae dikenal sebagai vektor dari patogen penting, seperti penyakit tidur Afrika (trypanosomes), demam typhoid, cholera, dan disentri amoeba.

  • Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara mekanik oleh lalat rumah, dan dapat terjadi secara biologis oleh lalat tsetse.

Family Calliphoridae (blowflies, bottleflies, screwworm)

  • Sebagian besar larva bersifat saprofag, beberapa parasitoid pada annelida dan molluska, dan sebagian kecil berkembang pada jaringan mamalia (=myiasis).

  • Imago mempunyai perilaku yang beragam seperti pada Muscidae, begitu juga dengan strategi reproduksi yaitu ovovivipar atau vivipar.

Family Sarcophagidae (flesh flies)

  • Larva sebagian besar bersifat saprofag dan sebagian kecil parasitoid.

  • Imago mempunyai kebiasaan mirip Muscidae dan Calliphoridae.

Family Tachnidae (tachinid flies)

  • Kebanyakan larva bersifat endoparasit pada endopterygota lain terutama Lepidoptera dan Coleoptera dan beberapa berguna sebagai musuh alami.

  • Imago bersifat fitofag, makan nektar.

  • Imago mencari inang dan tempat yang sesuai untuk peletakkan telur.

  • Beberapa spesies mempunyai strategi peletakkan telur dan larva yang aneh, mereka mempunyai telur mikro yang diletakkan pada dedaunan, telur tersebut akan menetas jika mereka tertelan oleh inang, kemudian larva melanjutkan makan organ-organ bagian dalam inangnya.

 

ORDO SIPHONAPTERA (fleas)

  • Dikenal dengan nama umum pinjal adalah serangga-serangga kecil yang tidak bersayap, yang dewasa makan darah (ektoparasit) pada unggas (sekitar 6%) dan mamalia (sekitar 94% spesies).

  • Mereka bersifat parasit sementara.

  • Beberapa bertindak sebagai vektor penyakit, inang bagi cacing-cacing pita dan membuat lubang masuk kedalam tubuh inangnya.

  • Tubuh dari serangga dewasa sangat gepeng disebelah lateral dan dilengkapi dengan banyak duri-duri yang mengarah ke belakang dan rambut-rambut keras, cetae atau ctenidia.

  • Kebanyakan pinjal adalah serangga-serangga peloncat yang memiliki tungkai-tungkai yang panjang dengan koksa-koksa yang sangat besar (tungkai raptatorial). 

  • Antena pendek dan terletak dalam lekuk-lekuk di dalam kepala. 

  • Tipe mulut penghisap dengan tiga stilet penusuk (efifaring dan dua stilet maksila).

  • Kedua jenis kelamin adalah penghisap darah. 

  • Serangga dewasa berumur panjang, umumnya sekitar setahun, mereka dapat bertahan dalam periode waktu tertentu tanpa makan, beberapa tercatat selama berbulan-bulan tanpa memakan darah.

  • Kisaran inang berbeda-beda ada yang luas dan ada yang spesifik.

  • Beberapa mempunyai inang sangat spesifik, tetapi beberapa dapat makan pada inang lain apabila inangnya tidak tersedia.

  • Serangga ini penyebarannya sangat luas dan menyerang berbagai macam inang.

  • Telur diletakkan pada saat inang makan dan segera jatuh pada sarang atau inangnya.

  • Larva pinjal berbentuk vermiform, sangat mirip dengan Diptera primitif, sangat aktif dan sebagian besar hidup bebas.

  • Mereka bersifat saprofag, makan material organik, tinja dan juga tumbuh-tumbuhan.

  • Beberapa spesies berpupa dengan struktur seperti pangkal sayap, meskipun serangga dewasa selalu tidak bersayap.

  • Berpupasi dengan struktur seperti kokon, tetapi termasuk termasuk eksarata.

  • Penyakit yang paling penting ditularkan oleh pinjal adalah pes, satu penyakit menular yang akut yang disebabkan oleh bacillus dan sering menyerang hewan pengerat. 

  • Jadi hewan pengerat bertindak sebagai reservoir untuk penyakit tersebut.

  • Juga sebagai vektor penyakit bubonis plaque atau black death dengan patogen bakteri Yersinia pestis. 

  • Pinjal juga merupakan inang dari dua jenis cacing yang kadang-kadang menginfestasi manusia.

  • Beberapa famili dari serangga ini yang sering dijumpai adalah, Hystrichopsyllidae,Ctenophthalminae, Neopsyllidae dan lain-lain

 

ORDO TRICHOPTERA (caddis flies)

  • Disebut dengan lalat ngengat. 

  • Merupakan serangga berukuran kecil, memiliki empat sayap yang berselaput tipis agak berambut. 

  • Antena panjang dan ramping, kebanyakan serangga ini berwarna kotor, tetapi beberapa kelihatan berpola. 

  • Tipe mulut penggigit. 

  • Mengalami metamorfosis sempurna dan larva bersifat akuatik dengan variasi mikrohabitat.

  • Kebanyakan serangga-serangga ini adalah penerbang-penerbang yang lemah.

  • Telur diletakkan dalam massa atau tali-tali dalam jumlah ratusan baik diair maupun obyek-obyek berair.

  • Telur menetas dalam beberapa hari dan kebanyakan larva dari serangga ini memerlukan waktu hampir setahun untuk berkembang. 

  • Imago hidup kira-kira sebulan.

  • Larva dari serangga ini memiliki kepentingan biologi yang utama, sebagai makanan dari banyak ikan dan hewan-hewan akuatik lainnya.

  • Larva mempunyai filamen insang abdomen dan pertukaran gas melalui kulit.

  • Mereka mempunyai kebiasaan makan yang bervariasi omnivora, saprofag, atau fitofag (diatoms dan algae), kantung yang dibuat sangat khas, untuk family, genus, dan kadang-kadang spesies.

  • Tidak seperti kebanyakan endopterygota, larva Trichoptera lebih mudah diidentifikasi daripada imagonya.

  • Trichoptera berevolusi pada area hutan dengan aliran sungai, habitat akuatik merupakan niche yang berikutnya.

  • Diversifikasi anatomi dan morfologi berpusat pada stadium larva, dimana terjadi adaptasi akuatik.

  • Pupa decticous, bertipe eksarata.

  • Serangga dewasa tetap berada dalam pupa untuk beberapa waktu (tetap di air), kemudian mandibel menggigit kokon.

  • Serangga dewasa dapat terbang segera setelah mencapai permukaan air.

  • Imago teresterial dengan alat mulut mandibilata tereduksi (vestigial), mereka makannya sedikit, dengan mengambil makanan dari air atau nektar.

  • Imago bersifat kreskupular atau nocturnal, sepanjang siang hari mereka bersembunyi pada atau dalam tumbuhan.

  • Imago berkopulasi ketika terbang dan biasanya beristirahat pada pertanaman untuk inseminasi.

  • Beberapa famili penting dari serangga ini yang banyak dijumpai adalah, Hydropsychidae, Ecnomidae, Xiphocentronidae dan lain-lain.

 

ORDO LEPIDOPTERA

  • Kupu-kupu dan ngengat adalah nama umum dari serangga ini. 

  • Larva merupakan pemakan tumbuh-tumbuhan dan merupakan hama-hama yang serius pada tanaman budidaya, tetapi beberapa spesies monofag telah digunakan sebagai pengendali biologis hama-hama tanaman (rerumputan).

  • Larva bertipe eruciform, pada abdomen ada proleg dengan crochets, yang digunakan untuk membantu memgang daun dan merupakan ciri-ciri taksonomi. Mereka mempunyai alat mulut menggigit mengunyah. 

  • Pupasi terbentu pada tempat-tempat yang beragam biasanya obtect.

  • Pupa telanjang (chrysalis) pada kupu-kupu dan pupa dalam penutup-pelindung (kokon) terdapat pada ngengat.

  • Imago merupakan serangga yang indah dan banyak diburu oleh para kolektor untuk hiasan dan kegunaan lainnya.

  • Mereka bersifat terrestrial dan fitofag (alat mulut menghisap) pada nektar.

  • Ordo ini terbagi dalam tiga kelompok yang populer yaitu kupu-kupu dengan anggota superfamily Papiolionoidea ; skippers dengan anggota superfamily Hesperioidea : Family Hesperiidae ; dan ngengat dengan anggota selain yang sudah disebutkan.

  • Perbedaan dari ketiga kelompok tersebut adalah sebagi berikut :

 

Kelompok

Antena

Sinkronisasi sayap

Aktivitas

 

Papilionoidea

Clubbed

Humeral angel of metathoracic wings

Diurnal

 

Hesperiidae

Ujung seperti kail

Tidak ada

Diurnal

 

Ngengat

Not clubbed

Frenulum/retinulum (jugum-primitive)

Nocturnal

  • Tipe alat mulut menghisap, probosis terbentuk dari galea dan maksila yang melengkung secara longitudinal dan tertekan bersama, biasanya panjang dan melingkar. 

  • Mata majemuk terdiri dari banyak faset. 

  • Memiliki organ pendengaran yang disebut timpanum. 

  • Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo yaitu Rapalocera (kupu-kupu) dan Heterocera (ngengat). 

  • Pembagian ini berdasarkan pada ciri antena, rangka dan sayap.

  • Beberapa famili yang sering dijumpai adalah, Papilionidae, Hesperiidae, Lycaenidae dan lain-lain.

Superfamily Papilionoidea (kupu-kupu)

  • Sebagian besar larva fitofag dan jarang yang merupakan predator.

  • Beberapa spesies fitofag menghasilkan honeydew, dipelihara oleh semut, sebagian kecil myrmecophiles.

  • Pupa biasanya obtect, yang tertarik pada ranting, dengan cremaster pada ujung tungkai.

  • Imago juga bersifat fitofag, dengan alat mulut menghisap yang bergelung, beberapa mengalami koevolusi dengan angiospermae.

Family Hesperiidae (skippers)

  • Larva bersifat fitofag dan relatif bertubuh halus.

  • Larva mempunyai perilaku mengikatkan dedaunan (makanan) untuk membentuk tempat perlindungan dimana pupasi berlangsung.

  • Imago umumnya kupu-kupu bertubuh gemuk yang aktif diurnal.

  • Beberapa spesies umum termasuk silver spotted skippers, pada legum dan tawny skippers, pada rerumputan.

Family Pyralidae (snout moths; millers)

  • Pyralidae merupakan family terbesar kedua dalam Lepidoptera.

  • Sejumlah spesies larvanya menjadi hama penting, seperti European corn borer, Meal moth, Indian meal moth, Mediteranean flour moth, dan Wax moth ( waxworm).

  • Ada juga spesies yang berguna seperti Cactoblastis cactorum, sebagai agen pengendali hayati yang didatangkan ke Australia dari Argentina.

  • Imago biasanya mempunyai warna tidak menarik, aktif krepuskular dan nocturnal.

  • Organ tympanum di abdomen, yang berguna untuk menghindari predator, contohnya kelelawar.

Family Geometridae

  • Nama umum larvanya ulat jengkal, yang dihubungkan dengan fakta bahwa larva hanya memiliki proleg di ujung caudal dengan tungkai thoraks membentuk gerakan mengukur.

  • Banyak yang mimic ranting (kamuflase) untuk menghindari predator.

  • Serangga dewasa sebagian besar nocturnal, yang seringkali dengan ciri-ciri bentuk sayap dan pola warna tertentu.

Family Lasiocampidae (tent caterpillar moths)

  • Larva umumnya terlihat di musim semi (telur melewati musim dingin) dan makan pada bermacam tanaman.

  • Mereka hidup gregarius dan dapat membentuk pelindung tenda sutera, contohnya eastern tent caterpillar, beberapa tidak membentuk tenda tapi tetap gregarius, contohnya forest tent caterpillar.

  • Imago berumur pendek dengan alat mulut yang tereduksi dan biasanya tidak makan.

  • Pada bagian sayap terjadi sinkronisasi, dimana humeral angle dari sayap metathoraks membesar, tertekan oleh perkembangan humeral crossveins dan tidak ada mekanisme fenulum-retinaculum.

Family Sphingidae (hawk, spinx)

  • Larva mempunyai punggung yang aneh, seperti kurva, seperti tanduk, pada tergit abdomen ke delapan, oleh karena itu dinamakan ulat tanduk.

  • Apabila diganggu ulat akan membentuk postur seperti sphinx.

  • Spesies yang umum ditemukan adalah ulat tanduk tomat dan tembakau.  

  • Sejumlah Sphingidae lebih memilih makanan solanacearum dan ada yang berkembang pada poplars.

  • Beberapa larva, seperti ulat tanduk tomat, seringkali diserang oleh Braconidae parasitoid yang membuat larva menjadi lebih kecil, dan terbentuk kokon sutera putih pada permukaan luar larva ngengat.

  • Serangga dewasa sebagian besar krepuskular dan nocturnal, tetapi beberapa aktif diurnal.

  • Cara makannya sama dengan hummingbirds, yaitu mengambil nektar sambil sambil terbang ditempat, tidak diam di bagian bunga.

Family Noctuidae

  • Noctuidae merupakan famili terbesar pada ordo Lepidoptera, dengan jumlah spesies kira-kira 2700.

  • Pada sejumlah spesies, larvanya menjadi hama penting, seperti Cabbage looper, Army worms (Spodoptera spp.), Corn earworms, dan Cut worms.

  • Sebagian besar imago aktif nocturnal, mereka mempunyai tympanal organ pada thoraks posteriolateral.

  • Pendengaran merupakan adaptasi menghindari kelelawar (predator). Apabila kelelawar terdeteksi pada jarak kritikal, ngengat akan memberi respon dengan terbang menjauhi suara tersebut, apabila lebih dekat, merespon dengan pola terbang tidak menentu/tidak teratur, dan apabila perilaku ini gagal, maka ngengat akan menjatuhkan tubuhnya ke tanah (kekuatan menukik).

  • Umumnya serangga dewasa memiliki warna sayap yang tidak menarik, kecuali underwing moths.

  • Pola warna pada sayap metathoraks biasanya tersembunyi di bawah mesothoraks, hal ini untuk menyesuaikan dengan warna kulit kayu dimana mereka biasanya beristirahat selama siang hari.