RAMP-IPB

Tentang kami

Event

Download

Kontak kami

Links

Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) adalah institusi pelaksana utama RAMP Indonesia, yang merupakan program yang diinisiasi oleh The Lemelson Foundation (TLF) bekerjasama dengan dua institusi, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Yayasan Khaula Karya. Program ini dimaksudkan untuk memfasilitasi pengembangan invensi dan inovasi yang berorientasi kepada hasil (impact oriented) di Indonesia. 

Invensi dan inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat diakses oleh rakyat miskin dan dapat memberikan manfaat bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program utama RAMP-IPB adalah:

  1. Memfasilitasi mentoring (mentoring facilitation)
  2. Melakukan peningkatan kapasitas teknopreneurship mahasiswa (student technopreneurship capacity building).
  3. Melakukan studi kebijakan (policy studies).

Selain program utama, RAMP-IPB mempunyai kegiatan-kegiatan penunjang sebagai berikut:

  1. Eksternal networking untuk membangun kerjasama dengan entrepreneur, bisnis inkubator, lembaga penelitian, lembaga keuangan, lembaga bisnis, dan para pakar terkait di bidang pengembangan inovasi teknologi dan bisnis.
  2. Internal networking untuk membangun kerjasama dengan calon-calon penemu, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun peneliti; serta institusi pengembang teknopreneurship di lingkungan IPB.

 

Berita dan Press Release

One-day Technopreneurship Workshop

RAMP-IPB bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) akan menyelenggarakan One-day Technopreneurship Workshop pada hari Sabtu, 12 Mei 2007 di Ruang Sidang Senat Akademik IPB, Gedung Rektorat IPB Lantai 6.

Baca selanjutnya ....

--

Kerjasama Penyelenggaraan One-day Technopreneurship Workshop di IPB

RAMP IPB telah menawarkan kerjasama kepada seluruh Departemen dan Himpunan Profesi di IPB. untuk penyelenggaraan One-day Technopreneurship Workshop di IPB.

Baca selanjutnya ....

---

IPB dan The Lemelson Fondation (AS) Kembangkan Program WEHAB yang Dihadapi Warga Miskin

Bogor-RoL -- Bekerjasama dengan "The Lemelson Fondation" dari Amerika Serikat (AS), Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan program baru, yang ada dalam ranah WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity), dan saat ini merupakan masalah utama bagi masyarakat miskin Indonesia.

Baca selanjutnya ....

---

IPB Kembangkan Program Baru LRAMP

Berita IPB -- Sekarang ini Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan program baru, Lemelson Recognition and Mentoring Program disingkat LRAMP. Program ini merupakan kerjasama antara IPB dengan The Lemelson Fondation, USA yang secara umum bertujuan mendorong dan menghargai inovasi dan invensi.

Baca selanjutnya ....

---

15 Juni 2007

Terima kasih atas kiriman proposal Anda

RAMP-IPB menyampaikan terima kasih kepada para calon peserta Intensive Technopreneurship Training yang telah mengirimkan proposal inovasi/invensi teknologinya.  Sekarang, proposal anda sedang dalam tahap seleksi. Proposal-proposal yang lolos seleksi akan diumumkan pada tanggal 6 Juli 2006 di website ini.

---

Undangan Pengajuan Proposal - Program Technopreneurship Mahasiswa 2007

Bergabunglah dengan calon-calon technopreneur Indonesia yang siap melahirkan solusi-solusi teknologi dalam penyelesaian masalah nyata di masyarakat dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh RAMP IPB: Program Technopreneurship Mahasiswa, yang akan diselenggarakan pada 30 Juli sampai dengan 14 Agustus 2007 di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Baca selanjutnya ....

---

One-day Technopreneurship Workshop

Kampus IPB Darmaga, Bogor

Sabtu, 12 Mei 2007

Invensi dan inovasi merupakan solusi potensial untuk masalah pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan. Namun, kreasi invensi dan inovasi di Indonesia masih belum memberikan keuntungan bagi masyarakat, sehingga diperlukan suatu pendekatan untuk menjadikan invensi dan inovasi tersebut dapat menguntungkan bagi masyarakat.

Program technopreneurship mahasiswa dilaksanakan untuk mendukung mahasiswa dalam menciptakan invensi/inovasi agar memberikan dampak kepada masyarakat yang ditujukan untuk mempercepat proses menciptakan ide/gagasan inovatif atau solusi teknologi menjadi aplikasi/terapan.  Program ini menerjemahkan konsep “dari ide menjadi dampak” (idea to impact) ke dalam sebuah program dengan kurikulum yang lebih terstruktur yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keahlian, dan sikap dalam menciptakan dan memformulasikan ide dan menyiapkan rencana usaha untuk mengubah ide menjadi aplikasi/terapan.

Pada tahun kedua implementasi kerjasama IPB dengan The Lemelson Foundation (TLF) yang diwadahi dalam organisasi Recognition and Mentoring Program – Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) telah menyelenggarakan One-day Technopreneurship Workshop pada hari Sabtu, 12 Mei 2007 di Kampus IPB Darmaga, Bogor.  Workshop tersebut diselenggarakan atas kerjasama RAMP-IPB dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) – IPB. Workshop tersebut diikuti oleh lebih dari 110 mahasiswa yang berasal dari IPB, UIKA, UNPAK, dan perguruan-perguruan tinggi lainnya di Bogor dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di luar Amerika Serikat yang disponsori oleh TLF.

Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap technopreneurship dan peranannya dalam menciptakan dampak positif untuk masyarakat dan untuk mendiseminasikan program technopreneurship mahasiswa dan menjaring mahasiswa-mahasiswa potensial dari berbagai wilayah. Keluaran dari workshop tersebut  adalah mahasiswa dengan wawasan technopreneur dan sikap mental inventif/inovatif yang meningkat, dan mahasiswa yang memiliki kemampuan untuk menyusun proposal yang berkualifikasi untuk program pelatihan intensif dan fasilitasi inkubasi RAMP.

Dalam workshop, Arifin Indra (Presiden Direktur Bank Ekspor Indonesia) menyampaikan materi tentang Technoprenurship: from idea to market; Dr. Krisnani Setyowati (Kepala Kantor HKI-IPB) menjelaskan tentang Pengembangan teknologi dan isu-isu tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI); Dr. Erliza Hambali (Kepala Pusat Studi Bioenergi dan Surfaktan) menyampaikan tentang Pembentukan tim usaha dan model usaha; Dr. Ono Suparno (RAMP-IPB) menjelaskan tentang Technopreneurship dan peranannya dalam menciptakan dampak pada masyarakat; Prof. Agus W. Soehadi, PhD (Kepala Sekolah Bisnis Prasetya Mulya) menyampaikan tentang Penyusunan rencana bisnis (business plan); dan Rudjito (Ketua Dewan Komisioner LPS) menyampaikan tentang Pembiayaan usaha berbasis teknologi.

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara IPB yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, MSc (Rektor IPB) dan Bank Ekspor Indonesia yang dilakukan oleh Arifin Indra (Presiden Direktur Bank Ekspor Indonesia). Bank Ekspor Indonesia juga memberikan beasiswa kepada 30 orang mahasiswa IPB, memberikan bantuan bor pembuatan biopori sebanyak 470 buah kepada 47 desa di kota Bogor, serta bantuan riset kepada Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB. 

Berita Terbaru tentang Intensive Student Technopreneurship Program

 

12 Juli 2007

Penambahan Peserta Intensive-Student Technopreneurship Program

Sehubungan dengan banyaknya permohonan kepada RAMP IPB mengenai penambahan jumlah peserta dalam 1 (satu) kelompok yang lolos seleksi untuk mengikuti Intensive-Student Technopreneurship Program, dengan ini, kami beritahukan bahwa bagi peserta yang mengajukan proposal dengan anggota lebih dari satu orang (proposal kelompok) diizinkan mengikutsertakan maksimal 1 (satu) anggota lainnya untuk mengikuti pelatihan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. RAMP IPB tidak akan memberikan fasilitas seperti yang kami berikan kepada perwakilan kelompok yang telah dinyatakan lolos seleksi (fasilitas: penggantian uang transportasi, penginapan, makan dan snack, akses komputer dan internet, akses perpustakaan dan akses kesehatan).

2. RAMP IPB tidak memprioritaskan peserta tambahan untuk mengikuti kunjungan lapang, kecuali ada peserta tetap yang berhalangan hadir.

3. RAMP IPB mengenakan biaya kepada peserta tambahan selama pelatihan (18 hari) dengan perincian sebagai berikut:

- Konsumsi pelatihan: 1 kali makan siang dan 2 kali snack = Rp 360.000

- Penggandaan materi pelatihan = Rp 75.000

Jumlah biaya = Rp 435.000.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Anda, kami ucapkan terimakasih.

---

 

Susunan Acara Intensive Student Technopreneurship Program dapat di-download di sini.

Susunan Acara (pdf)

---

 

12 Juli 2007

Beberapa Pertanyaan Peserta tentang Intensive Student Technopreneurship Program

1. Catatan Persiapan

Poin ke-4, perlu dikirimkan proposal via email.

Bagaimanakah bentuk/format proposal yang dikirimkan? Apakah proposal yang dikirimkan via pos seperti dulu atau ada format yang lain?

Jawab:

Format proposal masih tetap sama, karena format ini juga yang akan dignakan di program kami lainnya yaitu Program Fasilitasi Mentoring.

Poin ke-7, tentang tiket atau kuitansi.

Apakah harus langsung membeli tiket PP langsung?

Jawab:

Tidak perlu memberi tiket PP, anda bisa memesan tiket pulang setelah di Bogor dan kami tetap akan mengganti semuanya.

2. Rute Menuju Wisma Amarilis, Kampus IPB Darmaga.

Yang dimaksud penjemputan, apakah ada transport khusus yang disediakan oleh panitia di Stasiun KA Bogor dan Terminal Bis Damri Bogor ke Wisma Amarilis?

Jawab:

Kami menyediakan mobil untuk menjemput peserta, tetapi kami hanya menyediakan di hari Sabtu saja, karena di hari Minggu panitia sudah berkonsentrasi di acara perkenalan dan pengumpulan dokumen.

3. Hak dan Kewajiban Peserta

Poin ke-3, tentang biaya penggantian transportasi.

- Apakah penggantian uang perjalanan termasuk untuk penggantian transport lokal di kota asal untuk menuju stasiun/terminal pemberangkatan (seperti biaya angkot, bis lokal, atau travel)?

Jawab:

Semua akan diganti, akan lebih baik kalo ada tiketnya.

- Disebutkan penggantian biaya dapat dilakukan dengan menunjukkan bukti pembayaran (tiket transportasi). Lalu bagaimana dengan transport yang tidak ada bukti pembayaran (tiket) seperti untuk naik angkot/ojek?

Jawab:

Jika tidak ada bukti, nanti anda akan menandatangani surat penggantian biaya yang akan anda urus dengan finance officer kami.

- Yang dimaksud penggantian maksimum, apabila tiket melebihi biaya penggantian akan diberikan hanya sebesar biaya maksimum, bagaimana bila biaya dibawah nilai penggantian maksimum? Apakah akan diberikan senilai biaya tiket/biaya maksimum yang akan diberikan?

Jawab:

Kami hanya mengganti biaya sesuai dengan besar pengeluaran peserta,dan jika biaya yang dikeluarkan peserta melebihi batas maksimal yang kami tetapkan, kami tidak akan memberikan kelebihan biaya transportasi.

Mengenai hak peserta,pada file yang didownload ketika sebelum pengumuman peserta yang lolos (File A) dengan file yang didownload setelah pengumuman (File B) ada perbedaan.

Pada File A di poin ke-4 tertulis sebagai berikut:

Peserta program technopreneurship mahasiswa berhak untuk memperoleh: Uang saku yang dapat digunakan untuk transport lokal dan kebutuhan lain yang dianggap perlu (misal upah cuci baju).

Lalu pada file File B tidak terdapat poin seperti yang di atas. Lalu bagaimanakah dengan biaya-biaya seperti yang dijelaskan pada poin ke-4 pada File A seperti transport lokal dan upah cuci baju?

Jawab:

Peraturan sebelumnya dikarenakan letak penginapan yang sebelumnya ada di luar lingkungan IPB tetapi setelah kami mendapatkan wisma didalam lingkungan IPB kami tidak memberikan biaya penggantian transportasi lokal dan upah mencuci baju karena letak wisma dengan tempat pelatihan yang berdekatan dan wisma telah menyediakan jasa kebersihan yang sudah kami bayar sepenuhnya.

---

 

6 Juli 2007

Pengumuman yang lolos menjadi peserta Pelatihan Intensive-Student Technopreneurship Program RAMP-IPB.

RAMP-IPB menyampaikan selamat kepada para mahasiswa dan lulusan baru yang lolos dalam seleksi untuk mengikuti pelatihan Intensive – Student Technopreneurship Program yang akan diselenggarakan di Kampus IPB Darmaga mulai tanggal 30 Juli - 14 Agustus 2007.

Bagi yang belum berhasil tahun ini, RAMP-IPB menyampaikan terima kasih atas partisipasi Anda dalam program ini dan partisipasi Anda di waktu yang akan datang kami tunggu.  Semoga Anda berhasil di lain waktu.

Kami mengharapkan para peserta pelatihan tiba di Bogor pada hari Sabtu, 28 Juli 2007 dan jangan lupa untuk mengkonfirmasi kehadiran (menggunakan transportasi apa dan pukul berapa tiba di Bogor), sehingga kami bisa melakukan penjemputan sesuai tempat kedatangan Anda.  Acara akan dimulai pada hari Minggu, 29 Juli 2007 dengan agenda seperti dalam Susunan Acara.

Bagi peserta yang belum menyerahkan Lembar Kesediaan menjadi peserta pelatihan tersebut harus menyerahkannya kepada panitia paling lambat tanggal 16 Juli 2007 dengan fax. Formulir kesediaan dapat di-download di bawah ini.

Daftar peserta pelatihan (yang lolos seleksi), susunan acara, lembar kesediaan, hak dan kewajiban peserta, catatan persiapan, dan rute menuju IPB Darmaga dapat di-download di sini.

 

__________________________________________________

|Home| |Organisasi| |Program| |Artikel dan Berita| |Event| |Download| |Kontak| |Links|

Copyright © 2007 RAMP-IPB. All rights reserved.