Depan   Pusat Peneltian    Jurnal    Berita LPPM    Produk Unggulan    Download    Kontak
Penelitian & Pengabdian

Jumlah Penelitian

Riset Unggulan IPB(RUI)

Produk Unggulan


Database Penelitian

Data Peneliti dan Penelitian per Fakultas


Halaman Utama

Abstrak Penelitian


Produksi Senyawa Bioaktif Daun Dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) melalui Studi Agrobiofisik, Studi Keragaman, Lama Pencahayaan dan Optimalisasi Pemupukan

Abstrak

PRODUKSI SENYAWA BIOAKTIF DAUN DEWA (Gynura Pseudochina (I.) DC) MELALUI STUDI AGROBIOFISIK, STUDI KERAGAMAN, LAMA PENCAHAYAAN DAN OPTIMALISASI PEMUPUKAN Oleh : Munif Ghulamahdi, Sandra Arifin Aziz RINGKASAN Penelitian hibah bersaing ini berlangsung selama 2 tahun. Penelitian pada tahun pertama terdiri dari (1) studi agrobiofisik, (2) studi keragaman, dan (3) studi periode pencahayaan. Penelitian pada tahun kedua terdiri dari : (1) pemupukan MgSO4 dan periode pencahayaan, (2) pemupukan dan waktu panen. Tujuan penelitian pada tahun pertama adalah : (1) menemukan klon daun dewa pada masing-masing agrobiofisik yang berbeda, (2) menemukan klon terbaik melalui studi keragaman, (3) menemukan kandungan golongan senyawa bioaktif terbanyak, dan (4) menemukan anatomi daun, kandungan klorofil, antosianin, flavonoid untuk menjelaskan mekanisme fisiologis pada periode pencahayaan. Tujuan penelitian pada tahun kedua adalah : (l) menentukan dosis pupuk MgSO4 yang tepat, (2) menjelaskan hubungan periode pencahayaan dan pertumbuhan tanaman, (3) menentukan komposisi pemupukan dan waktu panen yang tepat. Penelitian studi agrobiofisik dilakukan pada ketinggian tempat, yaitu 0-250 meter di atas permukaan laut (dpl), 250-500 m dpl dan >500 m dpl. Survey lapangan telah dilaksanakan sejak bulan Maret sampai dengan bulan April 2006. Lokasi survey adalah Pekalongan, Indramayu, Bogor, Cianjur, dan Bukit Bangkirai (Kalimantan Timur). Telah diperoleh 9 klon daun dewa yang terdiri dari : K1 asal Ranca Bungur (Bogor), K2 asal Sukamulya (Sukabumi), K3 asal Cicurug (Sukabumi), K4 asal Haurgeulis (Indramayu), K-5 asal Pekajangan (Pekalongan), K6 asal Bukit Bangkirai (Kalimantan Timur), K7 asal stek pucuk dari Cikabayan (Bogor), K8 asal umbi dari Cikabayan (Bogor) , dan K9 asal kultur jaringan dari Cikabayan (Bogor) Klon K6 asal Kalimantan Timur mempunyai bobot tajuk dan umbi lebih tinggi dari klon lainnya. Berdasarkan bobot tajuk, urutan berpotensi hasil tinggi adalah K6, kemudian K7, K8. K5, K9, KI, K4, K3, K2. Akan tetapi berdasarkan bobot umbi, urutan berpotensi hasil tinggi adalah : K6, Kl, K7, K8, K2, K9, K4, K3, K5. Berdasarkan jumlah anakan urutan kemudahan perbanyakan bibit akan dicapai mulai dari : K8, K7, K9, K1, K6, KS, K4, K2, dan K3. Penelitian studi keragaman menggunakan 9 klon (K1 sampai K9). Percobaan dilakukan di Instalasi Biofarrnaka, IPB, Cikabayan, Bogor. Percobaan dimulai pada Bulan Juni sampai dengan Oktober 2006. Untuk menyeleksi klon-klon daun dewa dilakukan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok. Setiap petak percobaan berukuran 2 m x 2 m. Klon daun dewa ditanam dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Jenis klon nyata mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah cabang dan jumlah tunas. Tiga kelompok klon K6, K7, dan K9 mempunyai pertumbuhan tanaman lebih baik dibandingkan 6 klon lainnya. Klon-klon ini mempunyai tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun serta jumlah cabang yang lebih besar dibandingkan klon lainnya. Berdasarkan pertumbuhan tanaman klon K6 merupakan klon terbaik dibandingkan klon lainnya. Penelitian studi periode pencahayaan dilaksanakan di Instalasi Biofarmaka Kebun Percobaan IPB di Cikabayan. Waktu pelaksanaan dimulai bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2006. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah. Petak utama adalah persentase naungan dan lama pencahayaan (N) yang terdiri dari tanpa naungan (No), 25% naungan selama 1 bulan + lama pencahayaan 3 bulan (N1), 25 % naungan selama 2 bulan + lama pencahayaan dan 2 bulan (NZ), 25 % naungan selama 3 bulan + lama pencahayaan 1 bulan (N3), 25% naungan selama 4 bulan (N4), 50% naungan selama 1 bulan + lama pencahayaan 3 bulan (N5) 50 % naungan selama 2 bulan + pencahayaan 2 bulan (N6), 50 % naungan selama 3 bulan + lama pencahayaan 1 bulan (N7) dan naungan 50% selama 4 bulan (N8). Sebagai anak petak terdiri dari klon K7 dan K9. Semakin lama waktu pemberian naungan sampai 4 bulan dan semakin tinggi persentase naungan sampai 50% akan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, jumlah cabang, dan indeks luas daun jika dibandingkan dengan tanpa naungan. Pemberian naungan menurunkan bobot brangkasan, bobot basah umbi, menurunkan jumlah stomata, trichoma, dan menurunkan tebal daun tetapi tidak berpengaruh pada bobot kering umbi. Pemberian naungan meningkatkan kandungan antosianain, klorofil/a, rasio klorofila/b, dan total klorofil dan flavonoid, tetapi menurunkan kandungan klorofil b dibandingkan kontrol. Kandungan antosianin tertinggi terdapat pada naungan 50 % selama 1 bulan, akan tetapi kandungan klorafil a dan rasio klorofil a/b, dan total klorofil dan flavonoid tertinggi pada naungan 50% selama 3 bulan. Klon K9 mempunyai jumlah daun, warna daun, jumlah anakan, jumlah cabang, indeks luas daun, dan kandungan antosianin lebih tinggi, tetapi mempunyai panjang daun bobot brangkasan dan bobot basah umbi, jumlah stomata, tebal RGR, NAR yang lebih rendah dibandingkan klon K7. Penelitian pemupukan MgSO4 dan periode pencahayaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2007 di Kebun Instalasi Biofarmaka, IPB, Cikabayan, Bogor. Pencobaan menggunakan rancangan petak terpisah (Split Plot Design). Periode pencahayaan yang terdiri dari 3 perlakuan terbaik yang dihasilkan pada percobaan tahap-III dan 2 pembandingnya sebagai sebagai petak utama, yaitu : NO (tanpa naungan), N1 (naungan 50 %, 1 bulan); N2 (Naungan 50%, 2 bulan), N3 (Naungan 50 %, 3 bulan), dan N4 (Naungan 50 %, 4 bulan). Sedangkan pemupukan MgSO4 sebagai anak petak yang terdiri dari : MO (0 g), Ml (1 g), M2 ( 2 g), M3 (3 g) dan M4 (4g) MgSO4/tanaman. Pemupukan MgSO4 nyata mempengaruhi pertumbuhan tanamam daun dewa, kecuali terhadap jumlah cabang dan jumlah anakan. Pemupukan MgSO4 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun. Pemupukan MgSO4 sebanyak 3g/polybag (bobot tanah 10 kg/polybag) memberikan pertumbuhan terbaik Periode pencahayaan nyata mempengaruhi pertumbuhan tanaman daun dewa. Pertumbuhan tanaman pada naungan selama 1 bulan dengan pencahayaan 3 bulan lebih baik dibandingkan tanpa naungan, tetapi tidak berbeda dengan naungan 2, 3, dan 4 bulan. Penelitian pemupukan dan waktu panen dilaksanakan pada bulan Februari sampai Oktober 2007 di Kebun Instalasi Biofarmaka, IPB, Cikabayan, Bogor. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah (Split Plot Design). Pemupukan sebagai petak utama terdiri dari : PO (tanpa peinupukan), PI (20 ton pupuk kandang/ha), P2 (20 ton pupuk kandang/ha + NPK (300 kg Urea/ha, 200 kg SP 36/Ha, 100 kg KCL/ha)), dan P3 (20 ton pupuk kandang/ha + NPK (300 kg Urea/ha, 200 kg SP 36/Ha,100 kg KC1/ha) + MgSO4/ha}. Waktu panen sebagai anak petak terdiri dari :Wl (panen umur 4 milan), W2 (panen umur 6 bulan), dan W3 (panen umur 8 bulan). Pemupukan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, jumlah cabang, jumlah anakan, bobot basah dan kering daun dan umbi. Bobot basah dan kering daun yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan 20 ton pupuk kandang/ha dibandingkan perlakuan lainnya. Bobot basah dan kering umbi tertinggi diperoleh pada perlakuan 20 ton pupuk kandang/ha + NPK (300 kg Urea/ha, 200 kg SP 36/Ha, 100 kg KCl/ha) + 300 kg MgSO4/ha dibanding perlakuan lainnya. Waktu panen yang tepat untuk daun pada umur 4 bulan dan untuk umbi pada umur 6 bulan lebih baik hasilnya dibandingkan umur lainnya.

Keywords

daun dewa, agrobiofisik, split plot design, keragaman, pencahayaan, pemupukan

Lokasi Penelitian

Instalasi Kebun Percobaan Biofarmaka, Lab Ekofisiologi Tanaman Dept. Agronomi dan Hortikultura, Fape

Bidang Ilmu

Teknologi dan Rekayasa

Tahun Penulisan

2007

Pelaksana Penelitian

Agronomi dan Hortikultura - FAPERTA

Sumberdana

DIKTI

Jenis Penelitian

HB

No. Panggil

HB/001.07/GHU/p

Peneliti Utama

Munif Ghulamahdi

Anggota

Sandra Arifin Aziz

(c) copyright LPPM-IPB Darmaga - Bogor - Jawa Barat - Indonesia 2009