Depan   Pusat Peneltian    Jurnal    Berita LPPM    Produk Unggulan    Download    Kontak
Penelitian & Pengabdian

Jumlah Penelitian

Riset Unggulan IPB(RUI)

Produk Unggulan


Database Penelitian

Data Peneliti dan Penelitian per Fakultas


Halaman Utama

Abstrak Penelitian


Genetika Populasi Ikan Terbang (Cypselurus sp.) Di Perairan Timur Indonesia

Abstrak

Ikan terbang termasuk famili Exocotidae, terdiri dari enam genus, salah satunya adalah Cypselurus, merupakan komponen penting perikanan pelagik di Sulawesi, terutama di Sulawesi Selatan. Telurnya merupakan komoditas ekspor yang telah lama diusahakan. Penangkapan ikan terbang di Sulawesi Selatan dilakukan dengan alat pakkaja yang dilengkapi dengan rumpon tempat untuk menempelkan telur dan jaring insang hanyut. Tujuan penangkapan adalah ikan dewasa masih mengandung telur di dalam tubuhnya dan pengumpulan telur yang sudah dipijahkan. Intensitas penangkapan tertinggi terjadi pada musim pemijahan, yaitu pada bulan April-September. Kegiatan eksploitasi semacam ini akan mengancam kelestarian ikan terbang di perairan timur Indonesia. Berdasarkan informasi nelayan dan data produksi, ternyata produksi ikan terbang telah mengalami penurunan sehingga diperiukan upaya pelestarian, salah satunya melalui informasi genetik populasi. Tujuan penelitian adalah untuk: a) Mengetahui kondisi kebugaran (fitness) populasi ikan di perairan timur Indonesia melalui data heterosigositas dan informasi lainnya; b) Mengetahui "genetic distance" antar populasi dari berbagai wilayah geografis; c) Mengetahui kemungkinan adanya divergensi spesies atau sub spesies dalam populasi; d) Mendeteksi terjadinya tingkat inbreeding atau efek bottleneck pada populasi dan e) Memperoleh data dasar sebagai bahan kebijakan dalam eksploitasi dan pelestarian ikan terbang. Sedangkan Keluaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah informasi genetika populasi untuk perairan Sulawesi Utara, Sulawesi TenggarafTengah dan Sulawesi Selatan. Sampel ikan terbang dikumpulkan dad tiga daerah di Pulau Sulawesi. Sampel dikumpulkan dari hasil penangkapan langsung dengan kapal nelayan setempat, sebanyak 290 ekor di kumpulkan dari perairan Selat Makkasar di sekitar Majene , 151 ekor dari Teluk Manado, Sulawesi Utara dan 203 ekor dari Teluk Tomini, Sulawesi Tengah dan Tenggara. lkan sampel disimpan dalam freezer sementara di BALITKANTA MarosSulawesi Selatan, setelah diidentifikasi spesies secara morfologis sebanyak 48 ekor dianalisis elektroforesis di LOLITKANTA Gondol-Bali, sisanya dibawa ke Bogor untuk analisis laboratorium lebih lanjut. Horizontal Starch Gel Electrophoresis digunakan untuk separasi enzim dengan buffer C-APM pH 6,0 dan pH 7,0 untuk elektroda. Beberapa jaringan otot dipotong, ditetesi 0,005 M MgCI2 dan KCN 0,005 M untuk mencegah denaturasi. Sampel enzim dan protein diambil dengan kertas Whatman No. 51 ukuran 0,4 x 0,9 cm, kemudian kertas ditempelkan pada Starch Gel dengan jarak 0,4 cm. Sebanyak 24 sampel dapat diproses di setiap blok gel. Proses elektroforesis pada suhu 40C (di dalam refrigator) dengan daya listrik 4 mA/cm selama 3 jam. Setelah proses separasi, blok gel diiris dengan ketebalan O,l cm, kemudian dilakukan pewarnaan (staining) untuk MDH (Malate dehydrogenase), IDH (isocitrate dehydrogenase), 6-PGD (6-Phospho-gluconate dehydrogenase), GPI (Glucosephosphate isomerase), LDH (Lactate dehydrogenase), ADH Alcohol dehydrogenase), A-GPD (a-Glycerephosphate dehydrogenase), PGM (Phosphoglucomutase) dan SP (Sarcoplasmic protein). Analisis morfometrik untuk identifikasi spesies berdasarkan Parin (1960) dalam Hutomo et a/ (1 985) dan Saanin (1 983). Frekuensi alel dan keseimbangan Hardy-Wainberg dianalisis menggunakan software "Genes in Population Ver. 2.0", untuk selanjutnya digunakan untuk membuat jarak genetik dan dendogram. Dari hasil elektroforesis diketahui 15 lokus, lima lokus diantaranya polimoffik. Populasi dari Majene dua lokus, yaitu: Mdh-3 dan Gpi-1, sedangkan populasi dari Manado dan Tomini terdapat 5 lokus, yaitu: Mdh1, Mdh-3, 6-Pgd dan Gpi-1. Keragaman genetik ikan terbang relatif rendah, berdasarkan data heterozigositas diketahui: Majene 0.007, Manado 0.038 dan Tomini 0.046 dengan heterozigositas rata-rata 0.033. Hasil perhitungan jarak genetik antara Majene dengan Manado adalah 0.003, sedangkan antara Tomini dengan Majene dan Manado adalah 0.025 dan 0.024. Di perairan Sulawesi, berbagai spesies ikan terbang hidup bersama sebagai suatu gerombolan dalam suatu lokasi. Populasi ikan terbang di Selat -Makasar (Majene) merupakan populasi yang terpisah dari populasi ikan terbang di Manado dan Tomini. Diduga bahwa populasi ikan terbang di Manado dan Tomini memiliki hubungan genetik yang dekat. Keragaman genetik (heterosigositas) ikan terbang di perairan Sulawesi relatif rendah, terutama di perairan Majene. Upaya perlindungan dan pelestarian ikan terbang di perairan Sulawesi perlu dilakukan, diantaranya dengan cara restocking dan pengaturan penangkapannya.

Keywords

genetika, populasi, ikan terbang, Cypselurus sp., perairan timur

Lokasi Penelitian

Bidang Ilmu

Tahun Penulisan

1999/2000

Pelaksana Penelitian

Manajemen Sumberdaya Perairan - FPIK

Sumberdana

DEPTAN

Jenis Penelitian

PAATP

No. Panggil

908

Peneliti Utama

Komar Sumantadinata

Anggota

Odang Carman

Sulaeman Martasuganda

Anggota


(c) copyright LPPM-IPB Darmaga - Bogor - Jawa Barat - Indonesia 2009