Senat Akademik

TAP MWA NO. 17 TAHUN 2003

BAB VI

SENAT AKADEMIK INSTITUT (SA-INSTITUT)

Bagian Pertama

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

Pasal 24

1) SA-Institut merupakan organ normatif tertinggi Institut dalam bidang akademik yang mempunyai tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. menyusun kebijakan dasar mengenai pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan akademik;

b. menyusun dan menetapkan penjenjangan jabatan akademik dosen, penilaian prestasi akademik dosen dan `mahasiswa, serta kecakapan dan kepribadian pegawai Institut;

c. menyusun dan menetapkan norma dan tolok ukur penyelenggaraan kegiatan akademik;

d. menyusun dan menetapkan peraturan penyelenggaraan akademik, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan;

e. merumuskan dan menetapkan norma, etika, dan tata tertib kehidupan kampus di lingkungan Institut;

f. menetapkan kriteria, peraturan serta mekanisme pengangkatan Guru Besar dan jabatan akademik lain;

g. memberi masukan terhadap rencana strategis (RENSTRA), serta rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) yang disampaikan oleh pimpinan Institut;

h. memberi masukan kepada MWA-Institut tentang pengawasan mutu akademik dalam penyelenggaraan pendidikan;

i. mengajukan calon Rektor kepada MWA-Institut;

j. mengajukan calon anggota dan pergantian anggota antar waktu MWA-Institut kepada Menteri;

k. menilai kinerja Pimpinan Institut dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan memberikan hasil penilaiannya sebagai masukan kepada MWA-Institut;

l. menilai kinerja MWA-Institut dalam pengembangan Institut secara keseluruhan dan memberikan hasil penilaian tersebut sebagai masukan kepada Menteri.

2) Hasil penyusunan dan perumusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini dalam bidang akademik ditetapkan oleh SA-Institut dan disampaikan kepada MWA-Institut.

Bagian Kedua

Keanggotaan

Pasal 25

Komposisi keanggotaan SA-Institut terdiri atas :

a. Anggota ex-officio sebanyak 30 % dan anggota hasil pemilihan sebanyak 70 %;

b. Anggota ex-officio terdiri atas Pimpinan IPB (Rektor dan Wakil Rektor), para Dekan, para Kepala Lembaga, dan Kepala Perpustakaan;

c. Anggota hasil pemilihan dipilih dari dosen tetap yang terdiri atas wakil Guru Besar sebanyak 80% dan wakil bukan Guru Besar sebanyak 20%;

d. Jumlah dan komposisi keanggotaan SA-Institut sebagaimana dimaksud pada butir (a), butir (b), dan butir (c) pasal ini berlaku untuk 1 (satu) periode selama 5 (lima) tahun.

Pasal 26

Anggota SA-Institut mempunyai masa tugas :

1) Anggota SA-Institut ex-officio bertugas sampai habis masa jabatannya.

2) Anggota SA-Institut yang dipilih bertugas selama 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali.

Pasal 27

Persyaratan dosen yang dapat dipilih sebagai anggota SA-Institut adalah :

a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. dosen tetap Institut dan tidak sedang ditugaskan di luar Institut selama 6 (enam) bulan atau lebih;

c. sehat jasmani dan rohani;

d. loyal, memiliki dedikasi, dan disiplin;

e. calon anggota SA-Institut yang mewakili dosen bukan Guru Besar minimal mempunyai jabatan Lektor dan tidak sedang dalam proses pengusulan menjadi Guru Besar;

f. bersedia dicalonkan menjadi anggota SA-Institut yang dinyatakan secara tertulis.

Bagian Ketiga

Pemilihan Anggota

Pasal 28

1) Pemilihan anggota SA-Institut diselenggarakan oleh Panitia Ad-Hoc yang dibentuk oleh SA-Institut.

2) Pemilihan anggota SA-Institut perwakilan Guru Besar (G) dilakukan melalui 2 (dua) tahap :

a. Untuk mengisi 1 (satu) orang wakil Guru Besar yang mewakili Fakultas (Fg), dipilih dari Guru Besar Tetap di masing-masing Fakultas oleh rapat Senat Fakultas;

b. Wakil Guru Besar yang bukan mewakili Fakultas (G-Fg) dipilih dalam rapat Dewan Guru Besar tingkat Institut (DGB-Institut) melalui tahapan sebagai berikut :

i. Setiap Guru Besar mencalonkan 5 (lima) orang bakal calon wakil dari Guru Besar Tetap;

ii. Dari bakal calon yang masuk kemudian ditetapkan maksimum sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali (G-Fg) calon wakil Guru Besar. Jika jumlah calon tidak mencapai jumlah yang dibutuhkan maka dilakukan proses pencalonan ulang;

iii. Setiap Guru Besar memilih sebanyak (G-Fg) orang dari daftar calon sebagaimana ditetapkan pada ayat (2) huruf b butir ii pasal ini;

iv. Calon yang memperoleh suara terbanyak hingga mencapai (G-Fg) ditetapkan menjadi anggota SA-Institut wakil Guru Besar;

v. Bagi calon pada urutan terakhir sebelum dan atau setelah ke (G-Fg) yang memperoleh suara sama, dilakukan pemilihan ulang.

3) Pemilihan anggota SA-Institut perwakilan dosen bukan Guru Besar (N) dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

a. Bakal calon diajukan oleh Dekan masing-masing Fakultas kepada Panitia Ad Hoc Pemilihan Anggota SA-Institut sebanyak 3 (tiga) orang calon berdasarkan keputusan rapat Senat Fakultas;

b. Calon dari Fakultas yang menempati urutan pertama pada Fakultasnya masing-masing diangkat menjadi anggota SA-Institut wakil dosen bukan Guru Besar (Fn);

c. Calon lainnya dari Fakultas ditetapkan sebagai calon untuk dipilih di tingkat Institut oleh seluruh calon yang diajukan masing-masing Fakultas;

d. Setiap calon memilih sebanyak (N-Fn) orang calon dari daftar calon sebagaimana ditetapkan pada ayat (3) huruf c pasal ini;

e. Calon yang memperoleh suara terbanyak hingga mencapai (N-Fn) ditetapkan menjadi anggota Senat Akademik wakil dosen bukan Guru Besar;

f. Bagi calon pada urutan terakhir sebelum dan atau sesudah ke (N-Fn) yang memperoleh suara sama, dilakukan pemilihan ulang.

4) Enam bulan sebelum masa jabatan SA-Institut berakhir, diadakan pemilihan anggota SA-Institut untuk periode berikutnya.

5) Keanggotaan SA-Institut dikukuhkan dengan Ketetapan MWA-Institut.

Bagian Keempat

Kehilangan Keanggotaan

Pasal 29

1) Anggota SA-Institut ex-officio akan hilang keanggotaannya bila :

a. Tidak lagi menduduki jabatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 25 huruf b ketetapan ini;

b. Ditetapkan melakukan tindakan melanggar hukum oleh pengadilan;

c. Ditetapkan melakukan tindakan melanggar aturan Institut tentang etika dan disiplin oleh rapat pleno SA-Institut;

d. Berhenti dari Institut;

e. Meningggal dunia.

2) Anggota SA-Institut yang berasal dari hasil pemilihan akan hilang keanggotaannya bila :

a. Menjabat jabatan struktural di luar Institut dan atau ditugaskan di luar Institut selama 6 (enam) bulan atau lebih;

b. Ditetapkan melakukan tindakan melanggar hukum oleh pengadilan;

c. Ditetapkan melakukan tindakan melanggar aturan Institut tentang etika dan disiplin oleh rapat pleno  SA-Institut;

d. Berhenti atas permintaan sendiri secara tertulis kepada Ketua SA-Institut dengan alasan yang dapat diterima;

e. Menjadi Guru Besar bagi anggota SA-Institut perwakilan dosen bukan Guru Besar;

f. Berhenti dari Institut;

g. Meninggal dunia.

Bagian Kelima

Pergantian Antar Waktu

Pasal 30

1) Bagi anggota SA-Institut yang berhenti sebelum masa kerja SA-Institut berakhir akan dilakukan pergantian antar waktu.

2) Pergantian antar waktu bagi anggota SA-Institut perwakilan Guru Besar yang mewakili Fakultas dilakukan sesuai dengan tatacara pemilihan pada Pasal 28 ayat (2) huruf a ketetapan ini.

3) Bagi anggota SA-Institut yang terpilih melalui tatacara pemilihan pada Pasal 28 ayat (2) huruf b dan Pasal 28 ayat (3) ketetapan ini, pergantian antar waktu dapat dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

a. Calon yang memperoleh jumlah suara terdekat dengan jumlah suara anggota terpilih dapat diangkat menjadi anggota SA-Institut;

b. Apabila tidak memungkinkan dengan tatacara sebagaimana diatur dalam ayat (3) huruf a pasal ini, maka pergantian antar waktu dilakukan dengan cara melaksanakan pemilihan sebagaimana tercantum pada Pasal 28 ayat (2) huruf b dan Pasal 28 ayat (3).

Bagian Keenam

Ketua, Sekretaris, Komisi dan Panitia Ad Hoc

Pasal 31

1) SA-Institut dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris yang dipilih dari dan oleh anggota SA-Institut untuk masa jabatan maksimum 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.

2) SA-Institut dapat membentuk Komisi dan Panitia Ad-Hoc untuk melancarkan tugas-tugasnya, dan pembentukannya ditetapkan dengan Keputusan SA-Institut .

3) Jumlah, jenis, dan tugas Komisi dan Panitia Ad-Hoc ditetapkan oleh sidang pleno SA-Institut sesuai dengan kebutuhan.

4) Dalam pembentukan dan pelaksanaan tugas Komisi dan Panitia Ad-Hoc, SA-Institut dapat meminta bantuan kepada dosen dan pihak luar yang bukan anggota SA-Institut.

Bagian Ketujuh

Hak dan Kewajiban

Pasal 32

Hak dan kewajiban Ketua, Sekretaris, dan anggota SA-Institut diatur dengan Keputusan SA-Institut.

Bagian Kedelapan

Persidangan

Pasal 33

1) Sidang SA-Institut terdiri atas Sidang Pleno, Sidang Komisi, Sidang Panitia Ad-Hoc, serta Sidang antara Pimpinan SA-Institut dengan Ketua-Ketua Komisi dan atau Ketua Panitia Ad-Hoc.

2) Sidang Pleno SA-Institut dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester.

3) Sidang Pleno SA-Institut di luar jadwal dapat dilakukan apabila ada usul secara tertulis dari sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) anggota SA-Institut.

4) Sidang SA-Institut dipimpin oleh Ketua SA-Institut dan bila berhalangan dapat digantikan oleh Sekretaris SA-Institut.

5) Sidang Komisi dan Sidang Panitia Ad-Hoc masing-masing dipimpin oleh Ketua Komisi dan Ketua Panitia Ad-Hoc.

6) Sidang Pleno SA-Institut adalah sah (memenuhi kuorum) apabila 2/3 jumlah anggota SA-Institut hadir, atau apabila setelah ditunggu 15 menit hadir lebih dari separoh anggota SA-Institut.

Bagian Kesembilan

Pembiayaan

Pasal 34

Anggaran biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi SA-Institut dibebankan pada anggaran biaya Institut sesuai dengan kebutuhan dan agenda kegiatan SA-Institut dan kemampuan keuangan Institut.