Fakultas Ekonomi dan Manajemen - IPB

You are here: Home Akademik Program Pascasarjana MPD (S2)

Manajemen Pembangunan Daerah (S2)

E-mail Print PDF

Ketua Program Studi: Yusman Syaukat

Visi
Menjadi penyelenggara pendidikan profesional terkemuka di bidang pembangunan daerah dalam mendukung pemanfaatan potensi daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat, secara optimal, dan berkelanjutan.

Misi
Memenuhi kebutuhan manajer profesional Pembangunan Daerah  yang  mampu  berperan sebagai fasilitator dalam perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kondisi daerah masing-masing, serta mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.

Tujuan Pendidikan

  1. Menghasilkan tenaga-tenaga manajer profesional pembangunan daerah yang mampu merumuskan kebijakan pembangunan dan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen pada umumnya.
  2. Menghasilkan manajer profesional pembangunan daerah yang mampu menjadi fasilitator untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan stakeholders lainnya.
  3. Menghasilkan manajer profesional pembangunan daerah yang memiliki spirit kewirausahaan, mampu berfikir dan bertindak strategis dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan daerah.

Kompetensi Program Pembangunan Daerah
1.    Pembangunan Agribisnis-Agroindustri
Pada umumnya basis ekonomi daerah (kabupaten/kota) adalah pertanian. Pendekatan sistem agribisnis-agroindustri dimaksudkan sebagai upaya transformasi pertanian tradisional/subsisten menjadi modern/komersial. Pengembangan sistem pertanian modern tersebut dilakukan melalui peningkatan kinerja usahatani, pengintegrasian vertikal dalam suatu sistem komoditas (commodity system) guna  peningkatan  nilai tambah  (value added),  serta pengembangan sistem agribisnis wilayah, khususnya wilayah kota/kabupaten.
2.    Pengembangan Masyarakat dan Kelembagaan Pembangunan
Dalam pembangunan daerah khususnya pembangunan lokal, peran serta masyarakat  dalam  pembangunan   adalah  sebagai   modal   sosial (social capital) dalam rangka mencapai masyarakat madani (civil society).  Berbagai kegiatan pembangunan selama ini dipandang kurang efektif dan inefisien karena tidak ditunjang oleh kelembagaan pembangunan yang baik.   Dibutuhkan kelembagaan pembangunan yang tangguh, khususnya kelembagaan keuangan agar pembangunan dapat berjalan lancar.
3.    Pengembangan Kewirausahaan Daerah
Pembangunan kewirausahaan dapat menjadi ujung tombak bagi pembangunan ekonomi lokal. Wirausaha yang inovatif dan kreatif akan menjadi motor penggerak dan aset utama bagi pembangunan daerah.  Hampir di setiap daerah/kabupaten bisnis yang berkembang adalah usaha kecil, industri kecil dan sektor informal. Dengan demikian pengembangan usaha ini dapat menjadi andalan pengembangan daerah.
4.    Pembangunan Kebutuhan Dasar Manusia
Pengadaan dan Pembangunan Kebutuhan Dasar Manusia selain merupakan hak-hak asasi juga mencakup kebutuhan akan fasilitas pendidikan, kesehatan, agama dan sosial yang merata dalam tataruang daerah baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat sendiri. Pengembangan Kebutuhan Dasar Manusia bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang dapat dicirikan oleh kualitas hidup fisik yang baik (physical quality of life).
5.    Manajemen Keuangan dan Investasi Daerah.
Percepatan kegiatan-kegiatan pembangunan di daerah memerlukan kehandalan para perencana pembangunan daerah dalam bidang penganggaran dan pengembangan investasi.  Kedua hal ini semakin bertambah penting dalam era otonomi daerah sekarang ini. Kebijakan ini tidak sekedar untuk meningkatkan pendapatan (revenues) asli daerah melalui pajak dan retribusi, yang sampai batas tertentu justru dapat bersifat disinsentif terhadap pengusaha, namun juga untuk menarik para investor dan mendorong berkembangnya sektor basis (unggulan). Trade off ini perlu dipahami baik oleh para perencana, agar kebijakan pembangunan daerah dapat disusun secara optimal, maupun oleh para manajer profesional, sehingga "sinyal" yang terlihat dari implementasi kebijakan pemerintah dan dari pasar dapat diantisipasi secara tepat.
6.    Pembangunan Ekonomi Lokal dan Regional
Merupakan kegiatan Pembangunan Daerah yang diarahkan pada peningkatan dan pemanfaatan unsur-unsur “endogenous” (unsur-unsur lokal – yang mencakup sumberdaya manusia, sumberdaya alam, serta kondisi sosial, budaya dan  ekonomi)  dalam  Pembangunan  Daerah  guna  menciptakan kesempatan kerja dan bisnis baru di daerah, namun tetap dalam koridor pembangunan tingkat provinsi dan nasional. 
7.    Pengembangan Tataruang Partisipatif
Merupakan program pengembangan tataruang suatu kota/kabupaten dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.  Pengembangan tataruang dalam hal ini tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi lokasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, keamanan, kenyamanan, keindahan dan keserasian lingkungan.  

Kurikulum

 
Alumni Associatoin Congress

The National Congress on the Formation of the Alumni Association of the Faculty of Economics and Management (FEM) will be held on Sunday, 17 October 2010 at 08.30-13.00 West Indonesian Time, in Mahoni Room, Gunung Gede Campus of Management and Business IPB

Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB - Membangun Perekonomian Indonesia
Buku Tamu Sampaikan saran, kritik, dan pertanyaan di sini.
Galeri Galeri kegiatan FEM-IPB.
Download Tempat dokumen publikasi ilmiah.

Poling

Bagaimana tampilan Website FEM terbaru?
 

Who's Online

We have 1 guest online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7
mod_vvisit_counterYesterday36
mod_vvisit_counterThis week43
mod_vvisit_counterThis month856
mod_vvisit_counterAll8316